Arsip untuk September, 2009
September 29, 2009 pada 7:27 am
· Disimpan dalam Khabar
Lalu kenapa kita menamai sebagian kita dengan nama-nama yang kita benci, dan kita tidak memanggilnya dengan nama yang dia ridhai. Benar, nama dibuat sebagai pengenal. Akan tetapi nama adalah yang dipilih oleh pemiliknya bukan yang dipilih oleh lawan atau musuhnya. Maka orang yang berkehendak untuk menamai dirinya dengan “as-Sunnah wal Jama’ah” atau dengan “Islam” atau dengan “Iman” mengapa kita malah menzhaliminya dengan menamainya dengan nama-nama yang dia benci. Bukankah ini termasuk panggilan dengan gelaran yang mengandung ejekan? Atau, adakah yang memberi hak kepada kita untuk menamai manusia?
Selengkapnya di website kami www.direktori-islam.com
Permalink
September 26, 2009 pada 3:21 pm
· Disimpan dalam Khabar
Sungguh sangat menggembirakan Syaikh Muhammad bin Sholeh bin Utsaimin dari Unaizah al Qosim kerajaan Saudi Arabia dapat berbincang dengan sejumlah saudara-saudaranya di AlJazair. Hari sabtu, 23 Shofar 1421 H. kami berterima kasih kepada Anda yang telah menghubungi kami. Kita berharap kepada Allah semoga hal ini dapat bermanfaat bagi semua orang.
Selengkapnya disitus kami www.direktori-islam.com
Permalink
September 22, 2009 pada 11:57 pm
· Disimpan dalam Khabar
Berdasar hal tersebut,jika seseorang sejak terbit fajar belum makan apa-apa kemudian ditengah harinya dia berniat puasa syawal.Kemudia besoknya dia berpuasa lima hari sisanya (tapi dengan niat sebelum fajar,pent) maka secara keseluruhan dia baru berpuasa lima setengah hari (5,5 hari).Jika dia berniat (dihari pertama tersebut ) setelah lewat seperempat siang maka puasanya terhitung lima tiga perempat (5 3/4) hari.Karena amal itu dicatat dengan niatnya.Selengkapnya di website kami Direktori Islam
Permalink
September 21, 2009 pada 12:34 pm
· Disimpan dalam Khabar
Permalink
September 14, 2009 pada 9:12 pm
· Disimpan dalam Khabar
Salah seorang Ustadz dari fakultas Aqidah bercerita kepadaku bahwa pada suatu malam mereka pulang dari salah satu pertemuan. Dalam perjalanan itu mereka mendapati seseorang yang mobilnya rusak. Maka Syaikhpun berkata kepada sang sopir,” Berhenti, mari kita lihat barangkali ia membutuhkan bantuan !” maka berhentilah rombongan itu. Setelah dihampiri, benarlah bahwa orang itu butuh orang yang dapat memperbaiki mobilnya. Merekapun akhirnya semua turun untuk membantu menghidupkan mesin mobil orang tersebut.
Selengkapnya dapat disimak bagian terakhir dari tulisan berseri pada website kami Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.Terakhir
Permalink
September 13, 2009 pada 1:45 am
· Disimpan dalam Khabar
Aku akan ceritakan kisah beliau dalam hal ini. Syaikh senantiasa mengumpulkan semua sisa-sisa makanannya baik sarapan, makan siang atau selainnya. Tatkala beliau hendak keluar untuk melaksanakan sholat shubuh, beliau membawa sisa-sisa makanan itu. Beliau memberikannya kepada kucing-kucing yang telah biasa berkumpul di depan pintu rumah beliau pada jam-jam itu. Apabila beliau lupa ataupun tidak mendapatkan sisa makanan seperti biasanya, maka beliau akan keluar dari pintu yang lain sehingga tidak membuat kucing-kucing itu merasa kehilangan makanan yang biasa mereka dapatkan. Hal ini diceritakan kepada kami oleh putra beliau, Abdurrahman
Selengkapnya kisah bagaimana muamalah Syaikh Utsaimin di rumahnya dapat disimak diwebsite kami dalam tulisan berseri Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.5
Permalink
September 10, 2009 pada 10:50 pm
· Disimpan dalam Khabar
Selain memperhatikan kondisi umat, Syaikh juga tidak melupakan negeri-negeri islam yang tengah bersengketa dan terampas seperti Bosnia dan Chechnya. Juga negeri Afganistan yang berperang melawan Rusia. Syaikh senantiasa menghubungi dan membantu mereka. Supaya lebih jelas, akan kubacakan sebagian tulisan saudara kita di kedutaan besar Chechnya. Mereka menulis untaian kalimat sebagai bentuk ta’ziah atas wafatnya syaikh. Mari kita simak sisi perhatian syaikh terhadap kepentingan ummat. Sisi ini tidak banyak menusia yang mengetahuinya…Lebih lengkap di Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.4
Permalink
September 10, 2009 pada 2:21 pm
· Disimpan dalam Khabar
Diantara kepribadian Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah yang istimewa dan menonjol adalah pengagungan beliau terhadap sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam.
Allah sebagai saksi bahwa aku belum pernah melihat orang yang begitu semangat dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam baik yang umum maupun pribadi melebihi Syaikh. Beliau telah mengungguli banyak orang –baik dari kalangan ulama apalagi selainnya- dalam kesemangatan terhadap sunnah. Syaikh adalah orang yang bersemangat untuk menjaga sunnah-sunnah nabi baik pada cara makan dan minumnya, berdiri dan duduknya, bangun dan tidurnya, penampilan dan pakaiannya serta segala sisi kehidupan beliau rahimahullah. Aku akan menceritakannya supaya dapat menjelaskan kehidupan beliau dalam mendahulukan dan mengamalkan sunnah.
Lebih lengkap : Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.3
Permalink
September 6, 2009 pada 3:17 am
· Disimpan dalam Khabar
Ayyuhal ikhwah..
Kisah para salaf banyak memberi faedah bagi siapa saja yang mau mempelajarinya. Telaah kisah-kisah mereka sangat berpengaruh bagi jiwa dalam meneladani dan mengambil petunjuk dari kehidupan mereka. Karena dalam kisah mereka terdapat pengejawantahan langsung dari apa yang mereka bawa berupa petunjuk dan kebenaran.
Abu Hanifah rahimahullah berkata,” Kisah para ulama lebih aku sukai daripada banyak pelajaran fiqih“. Hal ini lantaran dalam kisah itu terdapat gambaran akhlaq dan adab mereka. Oleh karena itu setelah Allah menceritakan kisah para nabi kepada Nabi Muhammad, Allah kemudian berfirman,
أُولَـئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka ( Al An’am:90)
Silahkan simak tentang SYaikh Utsaimin oleh salah seorang murid beliau Syaikh Kholid Al Mushlih di website kami Direktori Islam
Permalink
September 1, 2009 pada 10:47 am
· Disimpan dalam Khabar
Silahkan menyimak pembahasan mengenai 20 hal yang disebut-sebut membatalkan puasa di era modern ini di website kami Direktori Islam
Permalink