Arsip untuk Juli, 2009
Juli 31, 2009 pada 11:01 pm
· Disimpan dalam Khabar
Syaikh Masyhur Hasan Salman hafidzahullah
Pertanyaan : Manakah yang lebih utama, menyibukkan diri dengan urusan penyucian jiwa ataukah menyibukkan diri dengan ilmu dan belajar ?
Jawab : Barangsiapa yang mempelajari agama Allah dan mengetahui maksud serta hukum-hukumnya maka dia akan tetap tegar diatas ilmu hingga kematian.Ilmu akan melapangkan dadanya untuk menerima agama Allah dan menenangkan hatinya. Tak seorangpun yang lebih tenang hatinya dibandingkan para ulama sebagai buah dari agamanya.Hal ini karena mereka memberikan setiap sesuatu sesuai dengan yang semestinya.
Lebih lanjut ,silahkan menuju Direktori Islam
Permalink
Juli 31, 2009 pada 1:17 pm
· Disimpan dalam Fikih
Berkata Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah: Dan dzahir ayat mulia ini :Bahwasannya jika ada seorang kafir memberikan salam kepada kita dengan berkata :“Assalamu’alaikum” dengan ungkapan yang jelas,maka jawablah :Wa’alaikumsalam.Ini tidak mengapa karena anda menjawab yang semisal.
Adapun ucapan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا : وعليكم
Apabila ahli kitab memberikan salam maka jawablah dengan mengatakan:Wa’alaikum
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 30, 2009 pada 11:22 pm
· Disimpan dalam Khabar
Allah – jalla jalaaluhu – berfirman dalam kitab-Nya yang mulia,
لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ
“Supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu.” (an-Nisa: 105)
Apakah hal ini berarti bahwa Allah memerintahkan Rosul-Nya – shollallohu ‘alaihi wa sallam – untuk menghukumi dengan kitab Allah dan tidak berijtihad dalam perkara yang tidak ada keterangan dari kitab yang diturunkan, atau apakah Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – melakukan ijtihad?
Jawaban selengkapnya bisa di simak di Direktori Islam
Permalink
Juli 29, 2009 pada 1:40 pm
· Disimpan dalam Umum
Syaikh Utsaimin rahimahullah ditanya : Apa jawaban anda terhadap orang yang berkata :Sumber Kejelekan paling banyak di Saudi (Negeri Tauhid) itu dari penguasanya,dan para penguasa di saudi itu bukanlah imam salafiyin?
Syaikh Utsaimin rahimahullah : Jawaban saya terhadap mereka: Mereka ini seperti orang-orang yang berkata kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa Nabi itu orang gila dan tukang syair, sebagaimana dikatakan dalam ungkapan arab “Laa yadhurru As Sahab Nabhul Kilab” (Awan tidak terusik dengan salakan Anjing)*.Alhamdulillah tidak ditemukan negri semisal negeri kita hari ini dalam hal tauhid dan penegakan syariat.Saudi pun (memang) tidak kosong dari kejelekan sebagaimana umumnya seluruh negeri di dunia ini.Bahkan negeri Madinah Nabawiyah di jaman Nabi shalallahu’alaihi wassalam pun ada sebagian manusia jahat.Ditemukan pula pencurian dan zina.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 29, 2009 pada 9:20 am
· Disimpan dalam Khabar
Sebelum membahas tentang kaidah-kaidah dalam riba, kita perlu memahami terlebih dahulu sebuah masalah penting yakni apa sebenarnya yang dimaksud barang-barang ribawi itu ?Kita katakan, bahwasanya sebagian dari barang-barang ribawi telah diterangkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Dan sebagian yang lain telah ditambahkan oleh para ulama’ karena kesamaan ilat / sebab dengan barang-barang riba yang nabi sebutkan,seperti Emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, garam dan anggur.
Dalam hadits Ma’mar dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa nabi bersabda,” makanan ditukar dengan makanan harus sama.”Apakah barang-barang ribawiyah itu hanya terdiri dari nama-nama yang Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam sebutkan atau setiap barang yang memiliki sifat seperti barang yang nabi sebutkan?
Silahkan menyimah pembahasan ini di website kami Direktori Islam
Permalink
Juli 28, 2009 pada 7:19 am
· Disimpan dalam Khabar
Tulisan ini bersumber dari situs yang dibina oleh Asy Syaikh Alawy Abdul Qodir As Saqof hafidzahullah.
Inilah sepuluh langkah untuk meningkatkan kemampuan anda dalam membaca, sehingga anda menjadi orang yang kuat dalam membaca dan agar anda berubah menjadi pembaca yan sukses.
Lebih lengkap dapat disimak di Website kami Direktori Islam
Permalink
Juli 27, 2009 pada 4:24 am
· Disimpan dalam Khabar
Seorang yang memiliki keutamaan telah mengirimkan kepadaku suatu naskah dari kitab karya Syaikh DR. Abdul Aziz bin Abdul Fattah al-Qari yang berjudul “al-Atsar an-Nabawiyah fil Madinah al-Munawwaroh, Wujubul Muhafazhoh ‘alaiha wa Jawazu at-Tabarruk biha” (Bekas Peninggalan Nabi di Madinah Munawaroh, Kewajiban Menjaganya dan Bolehnya Bertabarruk Dengannya), yang tertuliskan padanya, “Wakaf karena Allah ta’ala, th 1427 H).
Judul kitab itu telah membuatku tertarik, terutama perkataan, “Bolehnya bertabarruk (mencari berkah) dengannya.” Maka aku pun membacanya secara singkat. Dan yang juga membuatku tertarik adalah kebanyakan penafsirannya terhadap atsar (bekas peninggalan) Nabi, (yang dia tafsirkan) sebagai petilasan (tempat-tempat bekas peninggalan) Nabi. Lalu setelah beberapa hari, aku pun kembali membacanya untuk kedua kalinya untuk menuliskan beberapa catatan dan pernyataan sikap terhadap kitab tersebut.
Ikuti pembahasan dari Syaikh Alawy bin Abdul Qodir As Saqqof ini di website kami di Direktori Islam
Permalink
Juli 26, 2009 pada 3:33 am
· Disimpan dalam Umum
Syaikh DR.Ridho Busyamah (*)
Segala Puji milik Allah yang menggantikan siang dengan malam dan sebaliknya,menjadikan hari-hari dan waktu untuk melakukan ketaatan dan menggapai derajat pahala.Tidaklah berakhir satu musim ketaatan kecuali Allah munculkan dengan musim lain untuk memperbaharui iman dan ketergantungan kepada Allah al wahid al qohhar.
Dan saat ini kita memasuki bulan dari bulan-bulan ketaatan namun kebanyakan manusia melalaikannya .Nabi Ash Shodiqul Masduq(yang benar dan dibenarkan) telah mengabarkan demikian ketika ditanya oleh Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Wahai Rasulullah mengapa aku tidak melihat engkau berpuasa dalam satu bulan, seperti engkau berpuasa dibulan Sya’ban ini? Rasul menjawab :”Sya’ban adalah bulan antara rajab dan ramadhan yang dilalaikan oleh manusia.Di bulan Sya’ban ini diangkat amal-amal kepada Rabbul Alamin.Maka aku suka untuk diangkat amalan ku sedangkan aku sedang berpuasa.Diriwayatkan An Nasai dalam As-Sunan (2356)dan dihasankan oleh Al Albani dalam Al Irwa’ (4/103)
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 25, 2009 pada 1:34 pm
· Disimpan dalam Umum
Sebagian orang-orang yang berlebihan namun menisbahkan kepada salafiyah,sering kali dijumpai meminta seseorang bertaubat terhadap sesuatu hal dari permasalahan ijtihadiyah yang dimungkinkan.Ini adalah bentuk berlebihan (ghuluw) yang kini mulai muncul ditengah-tengah sebagian para pemuda.Mereka mungkin lalai dari membedakan beberapa jenis masalah.Disana ada masalah yang disepakati juga ada masalah yang memang di perselisihkan (ikhtilaf).Maka tidaklah diingkari permasalahan ijihadiyah yang tidak ada pertentangan jelas dengan nash atau ijma’.Yang demikian ini tidak lah tepat jika meminta kepada yang berbeda pendapat untuk mengumumkan taubat dari permasalahan-permaslahan ini.Bahkan secara asal tidak bisa diingakari.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
Juli 25, 2009 pada 12:19 pm
· Disimpan dalam Khabar
Ada sebagian orang pada zaman ini yang mengaku berilmu padahal jauh dari itu, mereka menimbulkan keragu-raguan pada orang yang ingin kembali dari kesalahannya lantaran pernah menyelisihi pendapat mereka, mengingkarinya dan meremehkan ulama mereka. Sampai-sampai mereka mengatakan bahwa fulan belum ruju’ dan apa yang ia sembunyikan dalam hati berbeda dengan apa yang ia nampakkan. Subhanallah…apakah mereka mengetahui perkara yang ghaib ? ataukah mereka telah masuk kedalam hati orang itu sehingga mereka menyaksikan dengan kedua matanya ? sungguh ini merupakan kebodohan yang nyata
Lebih lengkap dapat dilihat website kami di Direktori Islam
Permalink
Tulisan yang Lebih Tua »