Arsip untuk Februari, 2009

Murid Awal Syaikh Albany

Tentu sangat sangat sedikit orang yang mengenal diantara murid-murid pertama dari Syaikh Albani rahimahullah.Dialah yang bernama Syaikh Muhammad Nashir At-Turmaniniy Abu Ahmad rahimahullah berasal dari Suriah.Namanya lumayan asing dan jarang atau tidak pernah terdengar.Beliau tidaklah menulis buku-buku yang dicetak luas.Hal ini disebabkan himpitan dan kekangan terhadap salafiyin dari orang-orang (partai) Baatst (yang berkuasa).Namun hampir-hampir engkau dapati seorang salafy dinegara Suriah adalah ditunjuki kepada manhaj salaf oleh Syaikh Nashir setelah Allah ta’ala tentunya.

Syaikh Nashir At-Turmaniniy kerap berdilog dan banyak berdiskusi dengan tokoh-tokoh utama kaum Sufi dinegara Suriah,semisal Abdul Fathah Abu Ghaddah, Mahmud ‘akam (sekarang menjabat Mufti Kota Halab) atau Adib Hassun, bapak dari Mufti Suriah sekarang, Ahmad Hasun seorang Sufi Quburi (IAIN sunan kalijaga pernah memberi DR.HC kepada orang ini di tahun 2008 kemarin)
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

5 in 1 , Lima Buku SEKALIGUS dalam satu teks!

(Tulisan Bang Ust. Nidlol (Abul Asybal Al-Indunisiy)

Pernah mendengar novel “La Disparition”?

Itu adalah novel sekitar 315 halaman berbahasa Perancis karangan Georges Perec tahun 1969 yang sama sekali tidak menggunakan huruf “e”. Padahal huruf ini adalah huruf paling penting dalam bahasa tersebut. Novel inipun akhirnya diterjemahkan ke beberapa bahasa dengan pola yang sama, misalnya ke dalam Bahasa Inggris oleh Gilbert Adair dengan judul “A Void” yang juga sama-sama tidak menggunakan huruf “e”. A Void ditulis tahun 1995 dan mendapatkan Scott Moncrieff Prize.

Uniknya lagi, Perec juga membuat novel heboh lagi pada tahun 1972 dengan judul “Les Revenentes”. Teks novel ini, semua vokalnya hanya menggunakan huruf “e”!

Otak manusia memang disetting oleh Yang Maha Kuasa untuk ‘lumayan’ potensial untuk menghasilkan temuan-temuan hiperteks yang seolah-olah mustahil ini. Tapi tenyata, ini fenomena lama. Di dunia Keilmuan Islam Klasik (turats), hal yang lebih heboh dari itu ternyata sudah sering terjadi. Misalnya ada kreasi 30 khuthbah Ibnul Jawzi yang masing-masingnya menghindari huruf-huruf tertentu. Ada juga bait-bait syair yang simetris sehingga bisa dibaca bolak-balik hurufnya, dan ada juga yang bisa dibaca secara horizontal maupun vertikal dengan isi yang sama. Ada juga bait syair yang kalau dibaca semuanya jadinya syair pujian, tapi kalau dibaca sisi kanannya saja ia menjadi syair celaan. Dan ada yang kalau dibaca dari arah kanan isinya pujian, tapi kalau dibaca dari arah kiri (di balik kata-katanya), jadinya adalah bait-bait celaan. Malahan ada yang menulis buku tafsir Al-Quran lengkap dengan tanpa menggunakan huruf bertitik satupun (!), padahal huruf bertitik itu adalah separuhnya aksara Arab.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (2)

Pertemuan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy bersama Syaikh Ali Hasan, Syaikh Masyhur dll hafidzahumullah

Bagian Pertama

Bagian Kedua

Komentar (1)