Arsip untuk November, 2008

Ketika Musibah Menimpa

Ketika Musibah Menimpa

Filed under: Al-Shabru
(Al Balagh Ed.74/Th.II/30 Dzulhijjah/1427 H)

Apabila musibah menimpa kita, maka kita harus segera mengambil sikap agar beban menjadi ringan bahkan menjadi rahmat.

Pertama, apabila ditimpa musibah hendaknya kita membaca innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun sessungguhnya kita milik Allah dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan. Allah berfirman:” yaitu orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan innaalillaahi wa-innaa ilaihi raaji’un”. Rasulullah bersabda:”tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu beristirjaa’ niscaya Allah Ta’ala akan memberi ganjaran pada musibahnya dan akan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya”(HR.Muslim)

Ucapan istirjaa’ mengandung pengertian bahwa bahwa diri kita, keluarga dan harta benda adalah milik Allah. Ketika kita lahir, kita tidak memiliki apa-apa. Demikian sampai kita meninggal nanti kita tidak akan membawa apa-apa. Semua itu kita akan tinggalkan dan kita tidak akan membawa sesuatu kecuali amal shalih kita. Karena itu, persiapan diri adalah mutlak untuk menghadapi hari tersebut.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Etika Membantah Lontaran

قال من قد سلف : ( لا ترد على أحد جواباً حتى تفهم كلامه ، فإن ذلك يصرفك عن جواب كلامه إلى غيره ، و يؤكد الجهل عليك ، و لكن افهم عنه ، فإذا فهمته فأجبه و لا تعجل بالجواب قبل الاستفهام ، و لا تستح أن تستفهم إذا لم تفهم فإن الجواب قبل الفهم حُمُق ) . [ جامع بيان العلم و فضله 1/148 ]

Kata para Ulama Senior:

“Jangan engkau menjawab/membantah seseorang sebelum kau pahami ucapan/lontarannya. Sebab sikap seperti itu akan menggeser lidahmu untuk membahas hal-hal lain yang tidak berkaitan, serta akan menyematkan stempel kengawuran pada dirimu. Pahamilah baik-baik ucapan lawan bicaramu. Lalu setelah engkau memahaminya, baru engkau menjawabnya. Jangan tergesa-gesa untuk menjawab sebelum berusaha memahami, dan jangan pernah malu untuk bertanya/mengklarifikasi lebih lanjut bila kau belum paham. Sebab menjawab sebelum paham, adalah sebentuk kepandiran”

(Dinukil dari blog Al-Akh Abul Asybal Al-Indunisiy)

Komentar (1)

Kutitip Surat Ini Untukmu

Kutitip surat ini untukmu

Assalamu’alaikum,

Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…

Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Wahai anakku!
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi…

Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (13)

Kembali bergeliat…..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya selaku admin dan pengurus milis salafyITB sebagai sumber pemuatan artikel-artikel di blog ini pada awal dibentuknya, memohon maaf belum bisa menyuguhkan kembali pembahasan-pembahasan di milis,karena kondisi milis pun memang sedang sepi :p

Oleh karenanya mulai saat ini penisbatan blog ini sebagai sebuah Forum Komunikasi ITB sudah tidak tepat lagi.Untuk sementara ataupun selanjutnya blog ini menjadi blog pribadi saya.Mudah-mudahan ada satu dua catatan yang bisa saya tulis untuk mengisi blog ini.Sehingga kalau nanti ada kesalahan atau ketidaksetujuan maka ini adalah kesalahan saya pribadi serta murni pendapat saya bukan secara komunitas apalagi institusi almamater :p Dengan pertimbangan blog ini sudah ditaut dimana-mana dan agak kesusahan mengganti nama dan alamatnya, maka saya biarkan dengan nama sebelumnya seperti ini.

Blog saya ini bukanlah fatwa,tapi sebatas catatan pribadi atau tulisan lain yang menarik bagi saya. Saya mencari dan membahas fiqih (pemahaman) pada asalnya adalah bagi kebutuhan diri kami pribadi,bukan untuk sekalian manusia.Saya mengkaji beberapa topik permasalahan yang memang saya butuhkan secara pribadi (atau karena adanya kesamaran yang perlu klarifikasi).Ini berbeda dengan Mufti (ulama atau ustadz) dimana membahas berbagai permasalahan dibutuhkan masyarakat sekalipun tidak dia perlukan baginya.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)