Adakah Ulama Salaf(y) yang Menguatkan Teori Heliosentris?

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Berawal dari diskusi milis mengenai topik buku Al-Ustadz Ahmad Sabiq mengenai pandangan ulama salaf bahwa matahari mengelilingi bumi, ada sebuah buku lama yang menurut seorang ikhwah berisi tentang tafsir al Qur’an dan kaitannya dengan teori Heliosentris.Juga disebut-sebut berlawan kesimpulan dengan buku Ustadz Ahmad Sabiq.Buku ini telah diterjemahkan oleh penerbit Pustaka Azzam dengan judul Islam dan Astronomi. Namun nampaknya sudah langka dipasaran,entah tahun berapa diterbitkan.Alhamdulillah buku ini dapat saya lacak judul bahasa arabnya di internet,namun sayang tidak dijumpai file pdf maupun tulis ulangnya.

Judul asli buku ini :

ما دل عليه القرآن مما يعضد الهيئة الجديدة القويمة البرهان

Buku ini ditulis oleh Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi ,ditakhrij Syaikh al Albani, dan ditahqiq Muhammad Zuhair asy Syawsy dan tambahan catatan kaki oleh Dr. Syaahir Jamal (Pakar Astronomi)

Alhamdulillah,kemudian Al-Akh Al-Ustadz Abu Thalib Al-Atsari kemudian memesannya dari agen Maktab al Islamy di Amerika yang bernama Darul Kitab wal Hikmah.

Apakah betul ada ulama salafy yang mendukung teori Heliosenstris?

Mari kita sama-sama telaah kitab ini.Bagi yang berminat untuk baca, beliau baru saja meng-upload scan kitab ini (al alusy.pdf 38 MB-an)

http://rapidshare.com/files/81860805/al_alusy.pdf.html

atau di
http://www.wikifortio.com/945070/alalusy.pdf

Bagi yang kesulitan download, bisa juga mendownload perbagian (dibagi empat) agar lebih ringan :
Part 1 : http://www.wikifortio.com/589212/alalusy.part1.rar
Part 2 :http://www.wikifortio.com/586218/alalusy.part2.rar
Part 3 :http://www.wikifortio.com/586023/alalusy.part3.rar
Part 4 :http://www.wikifortio.com/584030/alalusy.part4.rar

Salam,
Abu Umair As-Sundawy

& Komentar »

  1. beta berkata

    Tanggapan saya mengenai hal ini: apakah bahasan mengenai hal ini sudah cukup penting sehingga diterbitkan dalam bentuk buku? Apakah umat sudah siap menerima pembahasan seperti ini? Saya khawatir justru ada sebagian dari kaum muslimin yang akan menolak hadits dengan akal disebabkan karena masalah ini.

    Apakah tidak sebaiknya pembahasan ini dilakukan di kalangan sendiri dahulu? Antara ahli ilmu dengan ahli ilmu. Sebocor-bocornya ya cukup beredar di kalangan asatidz, thulab, ataupun awam namun yang sudah cukup paham tentang istidlal. Dengan diterbitkannya dalam bentuk buku, konsekuensinya masyarakat umum bisa mengakses buku ini. Demikian pula dengan musuh2 dakwah. Saya khawatir berlebih-lebihan dalam membahas ini akan menghabiskan energi yang tidak perlu. Dan membuka sasaran tembak baru bagi musuh dakwah.

    Mudah-mudahan tidak menjadi fitnah dan justru memperkuat dakwah. Amin.

    • nurdin berkata

      Ketakutan anda kurang beralasan justru ini semua bisa menjadi hujah yg nyata bagi pengagung peradaban barat.
      Seperti kita sama-sama ketahui agama diturunkan karena kebodohan. Kebodohan mana yang tidak disebabkan oleh ilmu? Siapakah sumber ilmu yg sesungguhnya?
      Kita selama ini tidak lain meneruskan warisan penjajah dengan warisan itu telah memisahkan pengetahuan dengan Ilmu (Alloh).
      Maka yg ada sekarang keingkaran.
      Jika hal ini kita bisa buktikan secara ilmiah, bukti bahwa Alloh akan menyempurnakan CahayaNYA terbukti. Dan hari pembalasan dimana kebohongan2 mereka akan terungkap.
      Memang langkahnya perlu dipertimbangkan

  2. Ganet berkata

    Assalammu’alaikum

    Alhamdulillah ana sudah baca buku “matahari mengelilingi bumi”. Alhamdulillah dengan sepenuh hati ana percaya bahwa matahari memang mengelilingi bumi. coba baca kembali buku tersebut.

    Wallahu’alam bisawwab. kebenaran datangnya dari Alloh Ta’ala

  3. faidzin berkata

    Sepengetahuan saya Buku “Maa dalla alaihil Qur’an…” itu sudah terbit terlebih dahulu daripada buku “Matahari Mengelilingi Bumi…”.
    Kedua-duanya ditulis oleh orang yang berilmu.
    Kedua-duanya berusaha menjelaskan hadits sesuai dengan pemahaman yang benar.
    Kedua-duanya sudah terbit dalam buku yang diterbitkan untuk dibaca oleh masyarakat umum.

    Wallahu a’lam justru di sinilah gunanya bahts. Sehingga kita bisa mengikuti suatu pendapat betul-betul karena kita mengetahui dalil dan istidlal-nya.

  4. Dhima$ LN berkata

    Sebagai catatan,

    Ulama yang menetapkan bahwa matahari mengelilingi bumi sesuai zhahir nash-nash, semisal Syaikh Ibnu Baz-rahimahullah-tidak luput memasukkan referensi ini sebagai perbandingan. Bahkan beliau tetap menyanggah dan melontarkan kritik atas tulisan Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi di atas.

    Hal ini bisa dilihat juga dalam buku karangan Ust. Sabiq, beliau menukilkan bantahan Syaikh Ibnu Baaz atas kitab di atas.

    Sampai sekarang ini, saya masih menunggu ikhwah salafyin yang berkompeten untuk bersaham dalam masalah khilaf ini dengan cara menuliskan bukti-bukti kalau benar bumi memang mengelilingi matahari dari tinjauan ilmu astronomi atau falak, atau fisika.

    Bukankah perhitungan-perhitungan akan datangnya waktu gerhana -mathari atau bulan-, kedatangan komet dsb tidak lepas dari “asumsi’ bahwa bumi mengelilingi matahari ? tidakkah bila hal ini mampu dibuktikan, yaitu benarnya hasil perhitungan, bisa menjadi sandaran yang qath’i bahwa bumi mengelilingi matahari ? Selain itu dari analisis hukum Fisika, semisal hukum Newton tentang gravitasi dan hukum Kepler 3 yang merupakan bagian dari hukum2 fisika yang dibangun atas fenomena bumi mengelilingi matahari..

    Saya rasa, orang2 yang punya latar belakang scientific kuat seperti ITB dan lain-lain punya potensi untuk memberikan khazanah pengetahuan dalam khilaf ini adalah dari aspek kuantitatifnya…..

    Wallahu a’lam…

  5. Sahara berkata

    Assalammu’alaikum
    @ Ganet
    Alhamdulillah ana sudah baca buku “matahari mengelilingi bumi”. Alhamdulillah dengan sepenuh hati ana percaya bahwa matahari memang mengelilingi bumi. coba baca kembali buku tersebut.
    Wallahu’alam bisawwab. kebenaran datangnya dari Alloh Ta’ala
    —————————————————–
    Sahara :
    Fanatisme agama yang sempit memang bisa membutakan akal budi dan nurani walaupun dibungkus dengan kalimat-kalimat suci tak bisa menghapus kebusukan hati. Mengapa?
    mungkin ini sekedar cermin saja kalau kita benyak membaca buku tetapi tidak paham maksud dari yang menulis buku. dan manusia bukan pemilik kebenaran sesungguhnya. mengklaim kebenaran membuat kita lupa dan sombong terhadap manusia lainnya dan semakin jauh dari berpikir sehat.
    kebenaran yang diambil sebatas tulisan di kertas saja rupanya.. BEGITU?

    • iwan aja berkata

      baiknya kita banyak mengedapankan husnudzon, dialog ilmiyah, juga lapang dada deh,, ga berkomentar,, belajar agama dengan “acuan” metode yang terbukti benar,, para salaf,, dari kalangan para sahabat dan yang berpegang kuat dengan mereka… bukan benar “menurut versi siapa?” yang akhirnya kita sendiri menjadi hakim bagi seluruh alam semesta…

    • iwan aja berkata

      @ sahara

      baiknya kita banyak mengedapankan husnudzon, dialog ilmiyah, juga lapang dada deh,, ga berkomentar,, belajar agama dengan “acuan” metode yang terbukti benar,, para salaf,, dari kalangan para sahabat dan yang berpegang kuat dengan mereka… bukan benar “menurut versi siapa?” yang akhirnya kita sendiri menjadi hakim bagi seluruh alam semesta…

  6. Abu Faris An-Nuri berkata

    Saudara-Saudara sekalian…

    Kemarin saya ‘iseng’ mendengar kaset-kaset ceramah Syaikh al-Albani yang terkompilasi dalam DVD maktabah audio ahlul hadits wal atsar (hadiah dari teman lama saya, Ustadz Firanda) menariknya dalam maktabah audio tersebut isi ceramah telah dipilah-pilah ke dalam sub-sub pembahasan dan diberi judul yang mana juga tersedia search engine sehingga sangat membantu.

    Nah, ternyata dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur no. 497, ada pertanyaan sebagai berikut:

    السائل يقول: ما قولكم في مسألة دوران الأرض؟
    فأجاب الشيخ: نحن في الحقيقة لا نشك في أن قضية دوران الأرض حقيقة علمية لا تقبل جدلا

    Seorang penanya bertanya: Apa pendapat Anda tentang maslalah perputaran Bumi?
    Syaikh al-Albani menjawab: Kami pada hakikatnya tidak ragu bahwa perkara perputaran bumi merupakan hakikat (realitas) ilmiah yang tidak menerima perdebatan….

    Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa masalah ini termasuk dalam keumuman hadits: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian” dan beliau paparkan hujjah yang menunjukkan apa yang kemukakan di atas.

    Beliau juga membantah pendalilan yang digunakan pihak yang mengatakan bahwa bumi itu diam.

    Sebenarnya paparan beliau tersebut ingin saya transkip dan terjemahkan, tapi berhubung satu dan lain hal jadi yah… ^_^

  7. Justice 4 All berkata

    Wajazakallah Ust. Abu Faris,

    Ditunggu loh, transkripnya. ;)

    Saya amat yakin, dengan semakin terbukanya informasi dari para astronom dan cedekiawan muslim, dan juga informasi dari para ulama yang telah mendapat pencerahan, ummat Islam akan kembali bergairah menekuni kembali ilmu astronomi, yang nyata sangat bermanfaat.

  8. mohammad abdurrahman berkata

    assalamu alaikum warahmatullah wa barakatuhu
    semoga antum semua baik-baik dan senantiasa dalam naungan rahmat Allah Ta’ala.
    memang ketika buku yang ditulis Ustadz A. Sabiq beredar, masalah ini bagai bola panas yang bergulir, sebelumnya terasa malu-malu, tetapi setelah diungkap maka pertanyaan, diskusi di kalangan thullab semakin santer. ana sempat juga baca di salah satu majalah, Qiblati namanya seputar masalah ini, bahkan sampai sekarang masih terus berlanjut. saya pernah denger, di Rabithah Alam Islami ada badan khusus yang disebut Ha’iatu I’jazil ilmi fil qur`an was sunnah, yang banyak mengeluarkan buku-buku berkenaan dengan kemukjizatan al-Qur`an dan Sunnah berdasarkan sains modern, termasuk masalah ini.
    yang jelas, kita harus menyadari bahwa Allah memberikan kemampuan dan daya nalar yang beragam pada makhluk Nya, selagi semuanya dikerahkan dalam rangka mencari kebenaran dengan metode istidlal seperti yang telah digariskan, insyaAllah berpahala, dan harap kita ingat Allah tidak membebani di atas kemampuan kita.
    barakallahu fikum wassalamu alaikum warahmatullah wabarakatuhu.

  9. Abu Shalih Allamfunji berkata

    Bismillah…

    tentang jawaban Syaikh Alalbani-rahimahullah-sepengetahuan saya telah ditranskripkan dalam kitab fatawa madiinah (atau apa agak lupa). Sudah diterjemahkan dalam beberapa versi penerbit, di antaranya adalah ensiklopedia fatwa syaikh Alalbani. Bisa dicek-cek nanti oleh ikhwah sekalian.

    Mafhum dari jawaban beliau adalah matahari diam dan hanya menghasilkan gerak semu karena hakikatnya bumilah yang berputar, dan ini bersebrangan dengan asas yang dipegang oleh para ulama-rahimahullah ‘alaihim ajma’in- yang mengatakan bahwa matahari mengitari bumi, yakni bumi diam (raaqid) dan menjadi pusat dari tata surya.

    Dalam permasalahan lain pun, yang masih berkaitan dengan science luar angkasa-beliau (Syaikh Alalbani) tidak menentang dengan khabar yang datang dari orang kuffar, yakni telah melandasnya orang amerika di Bulan.

    Dari sini kita bisa memahami bahwa permasalahan telah diperselisihkan oleh ulama, bagi kita telah ada salaf (pendahulu) dari mereka dan selayaknya kita untuk berlapang dada bila muncul pendapat yang bersebrangan dengan pendapat masing-masing. Sebagaimana kita biasa berlapang dada dengan adanya khilaf-khilaf lainnya dalam maslaah fiqih dan cabang.

    Apakah karena ini masalah i’tiqaadi sehingga kita dilarang berbeda pendapat ? Wallahu a’lam, para salaf pun juga pernah berselisih tentang masalah i’tiqad semisal kekhususan khaudh Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallalm, masalah ru’yah ketika mi’raj dan sebagainya, tafdhil bayna Utsman wa ‘Ali. Artinya dalam masalah i’tiqad pun masih dimungkinkan adanya ijtihad hanya saja medan dan kuantitasnya tidak seluas dalam permaslahan fiqih.

    Wallahu a’lam.

    Salam
    ABu Shalih

  10. teddy rohman berkata

    ana fikir perlu adanya riset yang menginterkoneksikan antara nash al qur’an dengan hasil penelitian para cendekia barat agar bisa menghasilkan satu kebenaran yang mutlak dan tidak perlu lagi untuk diperdebatkan lagi.Jazakumullahu Khairan Katsiran.

  11. abu hamzy al andonesi berkata

    gimana sih, gak pernah diupdate. Mudirnya sibuk ngerjain projek apa aja seeh….
    Bahas yg seru2 lagi dunk….

  12. mujahidallah berkata

    Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakaatuhu..

    semoga Allah melindungi dan menjaga antum semua, Amiin.
    Ane belom baca ntuh buku. Sepertinya menarik yach??
    Permintaan ane c cuma satu :
    Jika memang benar matahari mengelilingi bumi. Yaa dibuktikan saja.
    Kalo ga’ terbukti berarti dusta.ini masalah scien and tech menyangkut ilmu astronomi, jadi harus ada bukti empiris bahwa matahari benar-benar mengelilingi bumi.inget loh..harus ada bukti Kalo ga’ ada buktinya ana anggap semua itu hanyalah dusta.

    Jika nabi musa menampar pipi malaikat pencabut nyawa hingga mata kiri dari malaikat itu tercongkel keluar ane masih percaya. Karena itu bagian dari hal ghoib yang tidak bisa dibuktikan, kecuali dengan keimanan.
    (red: majalah Assunnah)

    Yaa…mungkin itu saja dulu komentar ane.
    Afwan jika ada salah-salah kata.
    Barakallahu Fiik…

  13. aboezaid berkata

    assalamu’alaikum
    mas hartoyo, piye kabare, sekarang dimana mas? kok jarang keliatan…
    salam buat temen2 UDRUS ya…
    barokallahu fiikum

  14. ricky sandhy berkata

    aslm.. menanggapi komentar dari Mujahidallah tgl.15 maret’08, saya setuju sekali dengan pendapatnya, bahwa perkara mengenai matahari mengelilingi bumi memang harus dibuktikan terlebihdahulu secara keilmuan (scient) untuk dapat lebih meyakinkan teorinya.. sebelumnya memang saya meyakini bahwa bumilah yg mengelilingi matahari karena ilmu itulah yg saya dapatkan sewaktu saya dibangku sekolah dan itupun hanya sebatas teori yg saya dapatkan & untuk saat ini saya lebih mempercayai bahwa matahari memang mengelilingi bumi, saya lebih mempercayai seorang ulama ahli Hadits yg rujukannya tetap berpegang teguh pada Al-Quran & Hadits yg shahih drpd seorang pakar keilmuan lain yg rujukannya belum tentu bisa dipertanggung jawabkan secara Islam.. karena apabila datang suatu ayat padamu & ayat itu benar2 datangnya dari Al-Quran & Hadits shahih maka bersegeralah Rubah pikiranmu & yakinilah & takutlah pada Allah. karena kita sebagai umat Islam harus meyakininya. anggap saja saya ini seorang hamba yang takut sama Allah. & saya yakin apabila suatu saat nanti para ilmuwan membuktikannya secara scien’t maka mereka akan tercengang-cengang melihat kebenaran dari Islam. wass.. NB:perkara yg paling utama didunia ini adalah untuk tetap selalu menegakkan TAUHID & selalu berusaha mengamalkan amal shalih. c:(081-321-282820 / 022-76076027).

  15. Bondan Sasongko berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Ana pny pendapat beda neh, gmn kalo bukti-bukti ilmiah hasil riset dikumpulkan semua terus dibandingkan dengan yang ada di nash Alqur’an dan Hadits? Ana pikir semua hasil riset itu kan cuma pikiran manusia yang punya keterbatasan banyak. Bandingkan dengan Alqur’an dan Hadits yang berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Apakah sebanding ?

  16. Abu Aisyah berkata

    Masalah bumi mengelilingi matahari ataupun matahari mengelilingi bumi bukanlah termasuk hal yang ada dalam pembahasan dien. Benar yang dikatakan Syaikh Al Albani di atas, dengan menggunakan hadits, “kalian lebih tahu urusan dunia kalian”.

    Jauh sebelum Islam ada, manusia sudah bisa menggunakan ilmu astronomi. Kita bisa mengetahuinya dari sisa-sisa peradaban bangsa-bangsa terdahulu bahkan di Al Qur’an juga dijelaskan bagaimana manusia menggunakan bintang sebagai petunjuk untuk mengetahui kapan terjadi panen, kapan tidak.

    Saya jadi serba bingung lantaran ada pembahasan seperti ini. Karena hal ini sebenarnya tidaklah perlu dibesar-besarkan, sampai-sampai terkadang kita lalai terhadap perkara-perkara yang lebih besar daripada membahas persoalan “bumi mengelilingi matahari” ataupun “matahari mengelilingi bumi”.

    Oklah kita memang perlu membahas, tapi cukuplah bahas sepengetahuan kita. Dan ingat itu adalah urusan dunia. Yang sudah tentu urusan dunia itu tidaklah boleh dilebihkan atas urusan agama. Sebenarnya ini adalah ujian, dan ingatlah bahwasannya penciptaan langit dan bumi itu ada tanda-tanda kebesaran Allah, dan hanya orang-orang yang berilmu saja yang bisa mengetahuinya. Sudah tentu kita wajib bersyukur terhadap hal ini. Dan sungguh kalau kita makin mendalami yang namanya ilmu dan memahami terhadap penciptaan Allah ini, niscaya kita akan katakan “Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah”.

    Wallahu’alam bishawab.

  17. nadiyyah berkata

    assalamu’alaikum. pengen yg terjemahan deh :(

  18. Bayu berkata

    Di pandang dari sudut manapun Alloh Menjadikan ciptaanNya tdk sia-sia dan Alloh pun menurunkan Ilmunya(Alqur’an)di kaji,dihayati(di hidupkan)dengan pembuktian.Dengan Pembuktian inilah(ilmiah) berarti telah membuktikan akan Segala KuasaNya.

  19. mujahidallah berkata

    Hayoo…siapa yang bisa membuktikan???

    Adakah dari antum yang bercita2 menjadi Astronout??

    Kalo ane insya Allah bercita2 jadi scientis Biologi. Tentunya ilmuwan muslim dalam kajian Biologi. Mohon doa dari ikhwah semua.

    Tidak selayaknya kaum muslimin itu semuanya berangkat untuk berperang. Harus ada yang senantiasa menuntut ‘ilmu.

    Umat Muhammad saw harus menjadi Ahli dalam setiap kajian ‘ilmu.

    Ahli perang, ahli syiasah [politik], ahli ekonomi, ahli komunikasi, ahli tafsir [mufasirin], ahli hadits, ahli kedokteran dan tentunya ahli luar angkasa. serta ahli2 yang lain.

    Ada yang mau jadi astronout??
    Agar bisa membuktikan kebenaran islam.

    Hmmm…

  20. Hartono berkata

    Assalamu alaikum wr. wb

    Pembahasan mengenai hal ini justru mutlak diperlukan untuk kalangan umat Islam. Kenapa? Karena al-Qur’an sebagai kitab suci umat ini pun membahasnya. Maka siapapun yang mengakui dirinya muslim yang berpegangan kepada al-Qur’an haruslah memahaminya juga. Sebagaimana para nabi sebelum Nabi Muhammad yang dikaruniai mukjizat untuk menghadapi tantangan umat pada zamannya, Nabi Muhammad pun diberi mukjizat yang dipersiapkan untuk menghadapi umat manusia pada zamannya. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad yang abadi dan dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman akhir di mana ilmu pengatahuan menjadi tolok ukurnya. Maka, pembuktian kebenaran isi al-Qur’an secara ilmiah justru membuktikan kebenaran kemukjizatan al-Qur’an dan agama Islam tentunya. Sebaliknya, seorang muslim yang menggangap pembahasan mengenai hal seperti ini tidaklah penting justru tanpa disadarinya (menurut saya) telah turut andil dalam menyurutkan cahaya mukjizat al-Qur’an dan kebenaran Islam sebagai agama. Kesimpulannya, Islam tidaklah hanya berisi syariat, fiqih, akhlak, ataupun aqidah. Akan tetapi, Islam juga berisi astronomi, fisika, matematika, kimia, biologi, tehnik industri, manajemen, politik, kedokteran, sejarah, sastra, antropologi budaya, bahkan roman, dan semua ilmu pengetahuan, karena semua ilmu ini jika digali dari al-Qur’an dan dibutikan dengan landasan ilmiah bukankah dapat menjadi bukti kebenaran Islam di atas ajaran agama lainnya? Maka, mempelajari semua ilmu ini (tergantung kadar kemampuan berpikir seseorang) sama wajibnya dengan mempelajari ilmu aqidah.
    TUGAS KITALAH UNTUK MENUNJUKKAN KEBENARAN ISLAM KEPADA DUNIA!!!!

    wassalamu alaikum wr. wb

    • nurdin berkata

      Setuju sekali
      btw kok ded link yah?

  21. mumtazanas berkata

    Sebagian komentator menginginkan bukti secara ilmiah, tapi perlu disadari bahwa hal ini tidak mudah. Ingat bagaimana teori heliosentris zaman dahulu mendapat perbedaan dan ini memakan waktu yang lama. Menurut saya memang hal ini tidak mudah, perkiraan saya membutuhkan seseorang yg keluar dari tatasurya dan melihat galaksi kita. Klo teknologi masih sebatas pengamatan di luar bumi (angkasa) hal ini masih kurang. Ingat bagaimana kita ketika di bumi merasakan bahwa bumi itu diam dan matahari-lah yg bergerak krn posisi kita di bumi demikian pula ketika kita keluar dari bumi kita melihat bahwa bumi yg mengelilingi matahari, bagaimana jika kita keluar dr tata surya? apa yg akan terjadi?

    • nurdin berkata

      sebuah analogi yg mudah :
      - Gerak itu maya (tidak nyata). Ketika kita duduk dalam kereta yang diam lalu disamping kita ada kereta yang melaju seakan-akan kereta yg kita naiki bergerak. Begitu juga ketika kita didalam kereta melihat jendela seolah-oleh pemandangan yg kita lewati yg bergerak.
      - Bagaimana pula dengan perjalanan pesawat kesuatu negara
      - Bagaimaa pula pesawat ulang-aling bisa mendarat dengan tepat.

  22. erdosam berkata

    teddy rohman “ana fikir perlu adanya riset yang menginterkoneksikan antara nash al qur’an dengan hasil penelitian para cendekia barat agar bisa menghasilkan satu kebenaran yang mutlak dan tidak perlu lagi untuk diperdebatkan lagi”

    Walaupun para peneliti barat itu tukang mabok, tukang zina, tukang dzolim? Dari pada peneliti Iran yang syiah atau para peneliti golongan yang lain yang tidak sepaham dengan golongan kita sendiri walaupun mereka berjuang demi Islam? Walah walah walah.. Anak ITB kayak gini..

  23. Mubtadi Jasim Iman berkata

    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh. Ana Ittifaq mi’ah bil mi’ah ma’a dalil minal Qur-an Wa Sunnah Shokhikhah, walakin uridu Burhan (bukti) supaya kita yang muslim ini bisa menandingi non Muslim dalam berilmu astronomi. Jadi ini tantangan buat kita semua muslim cendikia biar kita juga punya kajian ilmiah masalah alam semesta. Memang ana belum mengetahui dalil yang mengatakan bumi mengitari Matahri, yang ada di surah Yasiin mengatakan “Wasyamsu tajrii limytqorrillaha”. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

  24. abu zalfa berkata

    Assalamu’alaikum.
    untuk yang ingin mengetahui teori geocentris secara empiris coba buka di http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&Itemid=79&func=view&id=32345&catid=23

  25. Budi p wardhana berkata

    Saya tidak percaya dengan HELIOSENTRIS karena ada beberapa keganjilan di dalamnya sebagai berikut:

    1. Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik maka naikkan saja helikopter 100 m dari tanah dalam posisi diam di tempat (standby). Dalam waktu sepuluh menit helikopter akan melewati beberapa kota tanpa gerakan maju atau mundur. Apakah itu terjadi? Ternyata tidak. Helikopter tetap dalam posisi semula tanpa bergeser sedikit pun. Itu artinya bumi diam atau tidak berotasi. Geosentrislah yang benar.

    2. Orang heliosentris berpendapat tidak hanya bumi tetapi atmosfer bumi juga ikut berotasi. Kalau memang benar atmosfer ikut bergerak bersama bumi dari barat ke timur, mengapa burung bisa terbang dari timur ke barat, dari selatan ke utara dan dari arah mana saja? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa melawan kecepatan atmosfer 30km/detik?

    3. Kalau memang benar bumi berotasi dari barat ke timur maka aliran air yang berada di dalam dan di permukaan bumi juga mengalir dari barat ke timur. Sebagai contoh ambillah sebuah ember yang diisi air, tanah atau pasir. Lalu kita putar dari barat ke timur maka segala isi ember juga ikut berputar dari barat ke timur. Sekarang kita lihat apakah semua aliran sungai, laut, waduk mengalir dari barat ke timur? Ternyata tidak. Aliran air terjadi karena perbedaan elevasi bukan karena rotasi bumi.

    Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.

  26. Abu Umar berkata

    @Budi P Wardhana

    Barangkali kita semua perlu belajar ilmu fisika dengan baik, atau mungkin perlu mengingat kembali pelajaran fisika di SMA. Yakni konsep kecepatan relatif. (Nggak perlu ke relativitas Einstein)

    Ketika helikopter itu bahkan masih dibumi, sejatinya diapun ikut bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi permukaan bumi tempat dia berada.

    Sama ketika misalnya antum naik pesawat terbang, coba antum tuangkan air dari gelas ke gelas di bawahnya (jangan di lantai, ntar dimarahin pak pilot). Apakah:

    1. Air tersebut akan jatuh ke gelas di bawahnya?

    2. Air tersebut akan mengenai baju dan wajah antum?

    Tentu air tersebut akan jatuh ke gelas di bawahnya, karena air juga bergerak dengan kecepatan 800 km/jam relatif dari pengamat di bumi. Tapi si air bergerak dengan kecepatan 0 km/jam (atau diam) relatif dari pengamat di pesawat.

    Jadi tergantung letak pengamatannya. Kalau helikopter yang baru naik vertikal kira-kira 20m tersebut dilihat dari pengamat bumi disekitar tersebut, maka tentu akan keliatan “diam” (secara horizontal). Tapi kalau dilihat dari titik pengamatan lain, misalnya dari bulan (yang revolusinya lebih lambat dari rotasi bumi), maka akan terlihat dengan jelas bahwa helikopter itu bergerak.

    Silakan tengok diskusi ilmiah disini: http://myquran.org/forum/index.php/topic,29835.0.html

    Disana bejibun bukti empiris heliosentris dipaparkan, tapi belum ada satupun bukti empiris geosentris yang bertahan.

    Maka tepat sekali perkataan Syaikh Albany yang dinukil oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Faris An-Nuri diatas. Yakni hal ini masuk dalam kategori:

    “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”

    Wallahua’lam.

  27. sigit h berkata

    Assalamu’alaikum
    Perlu anda semuanya ketahui kenapa orang-orang islam ketinggalan teknologi dari orang-orang kafir?
    Inilah buktinya… orang-orang kafir sudah pada ke bulan, eh kalian masih bingung mikirin BUMI or MATAHARI,ternyata anak-anak ITB ada juga yang ketinggalan jaman…
    Yang salah itu bukan Al-qur’an & Hadits-nya,yang salah itu adalah penafsiran-nya… ya jelas salah donk…
    Buktinya:
    Kalo kamu bisa naik mobil…!!! jangan lupa bawa lalat yang masih hidup & bisa terbang,masukkan dalam mobil!!! lalu kamu bawa tuh mobil ke jalan tol,lalu tarik pedal gas mobil sampai mentok biar mobil tuh bisa lari yang kencang…!!! TRUS KAMU LIHAT LALAT YANG KAMU BAWA DALAM MOBIL!!! APA LALAT ITU LANGSUNG TERBENTUR KACA BELAKANG MOBIL KARENA KETINGGALAN MOBIL SAAT TERBANG!!!
    HAL INI SAMA SEPERTI BURUNG TERBANG & TIDAK KETINGGALAN OLEH PERPUTARAN BUMI… (GRAVITASI)…
    Jadi bumi itu berputar pada porosnya,makanya yang terlihat seolah-olah matahari yang mengelilingi bumi…
    Al-qur’an & Hadits itu MUTLAK KEBENARANNYA… JADI TERGANTUNG SIAPA YANG MENAFSIRKAN…Orang islam itu hebatnya cuma bisa DEBAT DOANG!!!
    Yang perlu kalian ingat!!!Pelajaran kuliah kalian itu ilmunya orang-orang kafir!!!!!!!!!!…Kalo kalian gak percaya bumi mengitari bumi,kalian gak usah kuliah aja!!!
    Jadi orang islam itu jangan terlalu FANATIK BUTA!!!!!!!!!
    TUGAS KALIAN SEBAGAI ORANG TERPELAJAR UNTUK BISA MEMAJUKAN ISLAM…AMIN…

  28. Abuyahya berkata

    Salafy-Itb dari 2 kata : Salafy dan ITB. Dari sisi Salafy ada 2 pendapat : Matahari mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari. Dari sisi ITB kita punya jurusan yang paling kompeten dalam hal ini : astronomi. Ternyata menurut astronomi hanya satu pendapat : Bumi mengelilingi matahari, sambil berotasi pada porosnya.

    Kecepatan rotasi bumi bukan 30 kilometer per detik, begini perhitungannya :
    - Jari-jari bumi 6378 km
    - Rotasi sehari semalam dgn acuan matahari memerlukan waktu 24 jam
    - Kecepatan rotasi bumi di khatulistiwa adalah : 2 x 3,14 x 6.378 : 24 kira-kira 1700 km/jam atau kurang dari 0,5 km per detik.

    Adapun kalau matahari dianggap mengelilingi bumi, konsekwensinya adalah :
    - jarak bumi-matahari 150 juta kilometer
    - perjalanan “matahari mengelilingi bumi” sehari semalam adalah 24 jam.
    - kecepatan matahari mengelilingi bumi (jika benar) harus sama dengan :
    2 x 3,14 x 150.000.000 : 24 sekitar 40 juta km per jam. Itu baru matahari yang jaraknya hanya 8 menit cahaya. Bagaimana kecepatan bintang terdekat yang jaraknya 4,5 tahun cahaya? Berapa kecepatan galaksi Andromeda yang jaraknya 2 juta tahun cahaya? Akan dihasilkan suatu kecepatan yang MUSTAHIL.
    - jadi benda benda langit terlihat mengelilingi bumi dikarenakan rotasi bumi dan bukan karena mereka serempak bergerak mengelilingi bumi dan sepakat menyelesaikan 1 keliling semuanya dalam waktu sekitar 24 jam.

    WalLaahul Musta’aan.

  29. Abuyahya berkata

    Endorsam berkata :
    teddy rohman “ana fikir perlu adanya riset yang menginterkoneksikan antara nash al qur’an dengan hasil penelitian para cendekia barat agar bisa menghasilkan satu kebenaran yang mutlak dan tidak perlu lagi untuk diperdebatkan lagi”

    Walaupun para peneliti barat itu tukang mabok, tukang zina, tukang dzolim? Dari pada peneliti Iran yang syiah atau para peneliti golongan yang lain yang tidak sepaham dengan golongan kita sendiri walaupun mereka berjuang demi Islam? Walah walah walah.. Anak ITB kayak gini..

    ====
    Abuyahya :

    Menurut Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa’dy RahimahulLaah dalam tafsir Taysiirul Kariimir Rahmaan ketika membahas Surat Al Muthaffifiin beliau menjelaskan bahwa makna TATHFIIF bukan hanya mengurangi takaran maupun timbangan, tapi termasuk di dalamnya ketika berdiskusi hanya menyampaikan dalil-dalil yang menguatkan pendapatnya tapi menutupi atau apriori terhadap dalil-dalil yang berbeda dengan pendapatnya. Apalagi di dunia cyber seperti ini kalau kita tidak inshaaf dan obyektif akan lebih kelihatan jiwa “tathfiif”-nya. Afwan, mari berdiskusi dengan semangat mencari kebenaran secara sehat, jangan secara fanatik buta.
    Saya juga heran kalau pengetahuan dari orang kafir semuanya ditolak, mengapa kalian masih sempat kuliah di ITB? Kebanyakan textbook mata kuliah yang diajarkan di ITB bersumber dari orang-orang kafir, lho! Makanya mari terapkan kaidah-kaidah yang telah disampaikan para ulama, jangan hanya fanatik saja, agar kita tetap bisa menyaring informasi sekalipun bersumber dari orang-orang kafir tetap ada manfaat yang bisa kita ambil.
    Salah satu kaidah yang berkaitan dengan hal ini adalah yang ditulis oleh Syaikh Bakr bin AbdilLaah Abu Zayd RahimahulLaah dalam kitab kecil beliau, Hilyatu Thaalibil ‘Ilm, yaitu : “Petik buahnya dan buang tangkainya”.

  30. indra berkata

    Assalamualaikum
    Ana sarankan kepada antum semua untuk membeli majalah Qiblati edisi 2 bulan lalu tentang Polemik ini, disana diuraikan secara gamblang sesuai dalil Al Qur’an dan As Sunnah, perkataan ulama, logika, dan penemuan terkini.coba saja disana semua ditimbang secara adil

  31. geosentris berkata

    @atasku

    Benar, saya kasih tambahan (sekaligus ralat) komentar anda:
    1. Dalam teori heliosentris, Bumi berotasi bukan 30km/detik, namun 465,11 m/detik di equator (atau 1674 km/jam) sedangkan 30 km/detik (lebih tepatnya 29,783 km/det) adalah kecepatan revolusi bumi mengelilingi matahari. Jadi kalau ada helikopter terbang vertikal, maka 1 detik kemudian, seharusnya dia tidak berada di tempat semula, karena ‘ketinggalan’ revolusi bumi mengelilingi matahari yang kecepatannya 29,783 km/det (sekitar 107.208 km/jam).

    2.Kalau atmosfer bumi ikut berotasi dan berevolusi, sebagaimana analogi nyamuk di dalam mobil yang tekenal itu, maka seharusnya coriolis efect tidak terjadi di permukaan bumi, namun terjadi di ‘batas envelope’ atmosfer yang menyelimuti bumi, yang mana atmosfer turut berotasi dan berevolusi.

    @Dhima$ LN

    Memang benar gerhana sudah bisa diprediksi dengan sangat akurat, namun benarkah menggunakan asumsi heliosentris? bukannya justru menggunakan data observasi? Dan kita ketahui bahwa Observation is Geocentric. Heliosentrist justru mentransformasikan data-data pengamatan dari geocentric menjadi heliocentric (Ingat dulu Kepler memakai data observasi Brahe, dan dengan merubah reference frame dari data observasi tersebut, dia berhasil menyusun teorinya –yang sudah menjadi hukum Kepler sekarang–)

    Kalau cuma fenomena klasik astronomi, seperti moon phase, gerhana, retrograde, perubahan hari dan musim, maka kedua teori sudah dari dulu sama-sama mampu menjawabnya .

    Namun kalau mengenai hasil observasi matakhir, maka kita belum mampu melakukan seperti yang telah dicapai oleh ilmuwan acentric. Karena hampir 99% ilmuwan sekarang ini asentris, juga kurikulum dari TK sampai PT adalah asentris.

    salam,
    Geosentris
    http://geosentris.wordpress.com

  32. buana berkata

    To geosentris :

    1. Kalau anda naik kereta express, terus anda loncat vertikal, dimana anda kan jatuh, anda akan jatuh di titik anda meloncat, walaupun kereta bergerak dengan kecepatan 29 ribu km/detik, asalkan kecepatan konstan. Silakan coba.
    Anda juga bisa menuangkan air dan air akan tetap jatuh vertikal relatif terhadap anda (air tidak akan jatuh kearah belakang), anda juga bisa maen bekel tanpa khawatir bola yang dilempar ke atas akan jatuh di belakang anda.
    Coaba anda baca lagi fisika tentang gerak relatif deh.

    2. Kalau bumi statis tidak berotasi, gimana kamu menjelaskan orbit geostasioner satelit?
    Satelit telekomunikasi kita, “Palapa”, juga berada pada orbit geostaisoner, nangkring terus di atas kalimantan tapi tidak jatuh. Tidak mungkin terjadi kalau tidak ada gaya sentrifugal.

    3. Apakah meyakini teori heliosentrias berarti menentang al Quran?.
    Al Quran bukan buku fisika, kimia atau biologi, Alquran tidak pernah membahas sesuatu secara ilmiah dan teoretis, karena fungsinya adalah “hudan lil muttaqin”, petunjuk untuk orang bertakwa, jadi berisi panduan hidup, berperilaku dan beribadah, bukan petunjuk tentang teori-teori fisika, kimia, biologi, astronomi atau geologi.

    Apakah anda juga meyakini bumi ini datar seperti tikar?, karena Al quran mengatakan “Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?” (al goosyiyah : 20)?

  33. Abu Abdil Mushawwir berkata

    To: Sigit

    1. Anggap saya menerima analogi mobil dan nyamuk, yang saya tangkap: kaca mobil dianalogikan ‘batas envelope atmosfer’, udara dalam mobil dianalogikan atmosfer, dan nyamuk dianalogikan helikopter yang terbang vertikal (cmiiw), namun muncul pertanyaan lain: sampai sejauh mana ‘batas envelope atmosfer’? Bagaimana jika nyamuk mampu menembus batas tersebut, akankah dia ketinggalan mobil? Lantas kenapa coriolis effect terjadi di permukaan bumi, padahal atmosfernya ikut berputar?

    2. Kenapa atmosfer ikut berputar bersama bumi, apakah karena gravitasi? Jika ya, maka sekuat apakah gravitasi yang bekerja, sehingga mampu mengikat atmosfer dan benda-benda ‘terbang’ seperti burung, helikopter, dsb?

    maaf kalo pertanyaan saya terlihat bodoh dalam kacamata astronomer ITB.
    PS: tolong gunakan caps lock seperlunya. :-)

  34. yaufani adam berkata

    assalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

    menarik sekali, memang diperlukan riset2 lagi yang membahas mengenai prmasalahan ini.

    permasalahan ini bagi saya cukup membingungkan saya sendiri.
    ketika kita meyakini bahwa bumi menglilingi matahari, kenapa posisi bintang2 seperti tidak berubah ya dari malam ke malam berikutnya?
    sehingga dari situ para nelayan bisa menentukan arah angin tanpa kompas ..

    :)

  35. Gajah Beling berkata

    Sedih liat ada orang ITB punya fikiran seferti ini….
    Malu2in ITB ajah !!!

  36. firdaus berkata

    assalamu`alaikum
    keimanan itu di qolbu bukan dengan otak. agama tidak usah dibuktikan dulu dengan penelitian ilmiah. apa kalau secara ilmiah tidak dapat dibuktikan berarti alqur`an wa sunnah salah dan otak manusia yang menang. ingat berita orang fasik harus diteliti apalagi dari orang kafir. ingat kata `ali bin abi tholib ” seandainya agama itu dengan akal (otak) maka sepantasnya bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas dibasuh ketimbang yang atas.

  37. achmad berkata

    untuk abu yahya.
    kalau anda pernah belajar efek dopler, maka anda tahu bahwa berdaasrkan pemeahaman fisika sekarang, matahari, di lihat dari bintang yang terletak jauh di ujung tata surya sedang bergerak dengan kecepatan yang luar biasa (bisa jadi melebihi kecepatan cahaya). untuk masalah ini anda harus paham apa itu gerak lokal dan gerak global.

    tentang rumus2 astronomi yang menguatkan heliosentris saat ini maka bisa dijawab sebagai berikut

    Any physical theory is always provisional, in the sense that it is only a hypothesis: you can never prove it. No matter how many times the results of experiments agree with some theory, you can never be sure that the next time the result will not contradict the theory. On the other hand, you can disprove a theory by finding even a single observation that disagrees with the predictions of the theory. As philosopher of science Karl Popper has emphasized, a good theory is characterized by the fact that it makes a number of predictions that could in principle be disproved or falsified by observation. Each time new experiments are observed to agree with the
    predictions the theory survives, and our confidence in it is increased; but if ever a new observation is found to disagree, we have to abandon or modify the theory.(brief history of time)

  38. thekoez berkata

    Bohong kalo orang kafir udah sampe ke bulan …. kenapa tahun 60an mereka bisa ke bulan, tapi sekarang -abad 21 ini- tidak pernah sekalipun prestasi itu diulangi!.. Jadi jangan pakai lagi pameo “orang kafir udah ke bulan, kita cuma ribut masalah ini”.

  39. زهير berkata

    @ thekoez
    Mengenai eksplorasi bulan, antum dapat berkunjung kemari,
    - http://www.lpi.usra.edu/expmoon/
    - http://en.wikipedia.org/wiki/Exploration_of_the_Moon

    Setelah bulan berhasil diamati, para ilmuwan mengalihkan fokus mereka ke benda-benda langit lainnya, semisal Venus, Mars, dll.

    Silahkan simak juga pengantar singkat seputar Geosentris dan Heliosentris di sini..

    بارك الله فيكم

  40. A_Zawawi berkata

    Assalamu’alaikum. Salam kenal semua. Silahkan dibahas dan diteliti bagi yg berkompeten di bidangnya. Tentu tdk dg maksud “mengadili” alquran. Krn bs jd riset yg dilakukan (dg pemahaman yg Allah berikan dg batasan tertentu) berseberangan dg alquran. Bagi yg awam kayak ana ini, maka ingat: “al-ilmu bihi la yanfa’ wal jahlu bihi la yadhur” (tahu ato nggak, kagak ngaruh). Begitu pesan seorang ustadz. Maka jgn berlebihan.
    Salam
    AZ

  41. abu azzam berkata

    Assalamualaikum, maaf jika sebelumnya salah room….
    saya tiba2 ada pertanyaan yang mengganggu pikiran saya nih, mohon bantuan penjelasan dari ikhwan2 sekalian…
    Kita kan tahu dalam hukum fisika dijelaskan bahwa energi itu bersifat kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan…
    Kemudian dikenal juga teori relativitas, E=mc2, yang menandakan bahwa energi dan massa itu relatif, massa bisa disebut energi dan energi bisa juga disebut massa,….Nahhh, masalahnya alam semesta ini kan terdiri dari materi, terus kalo materi bisa disebut energi, berarti alam semesta ni kekal dong, tidak dapat disiptakan dan tidak dapat dimusnahkan…WaHH aya jadi bingung nih, kok selain Alloh ada yang kekal…
    mohon penjelasan dari antum2 sekalian…saya sangat mengharapkan penjelasan yang sebenarnya tentang ini…syukron…thx
    jazakallahu khair….
    wassalamu’alaikum warahmatullah….

  42. Ibnu Malik berkata

    Jadi permasalahan sebenarnya ada gak nash-nash Al-Quran Al Karim yang menjelaskan secara gamblang mengenai matahari mengelilingi bumi. Teori-teori yang diciptakan manusia bisa benar bisa tidak, tetapi kallamullah itulah yang haq. Akal kita diwajibkan tunduk terhadap sunatullah sekalipun dijelaskan secara gamblang bahwa matahari memang mengelilingi bumi. Karena semua itu hakikatnya hanya duniawi saja, tetapi beriman kepada Allah SWT itu adalah untuk kehidupan kita yang kekal di akhirat nanti. Jadi kita hanya bisa berdoa agar diberikan ilmu yang bermanfaat…amien.

  43. M Rifki berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Semoga kutipan Tafsir Al Quran berikut dapat menjadi pencerahan bahwa masing-masing benda langit beredar menurut garis edarnya masing- masing

    Al Israa’,
    44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada
    Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi
    kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha
    Penyantun lagi Maha Pengampun.

    Ar Ra’d,
    2. Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana)
    yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy,
    dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar
    hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan
    (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya),
    supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

    Al A’raf,
    54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan
    langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas
    ‘Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya
    dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-
    bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
    menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan
    semesta alam.

    Yunus,
    5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya
    dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi
    perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun
    dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian
    itu melainkan dengan hak [669]. Dia menjelaskan tanda-tanda
    (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

    Yusuf,
    4. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai
    ayahku [742], sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas
    bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

    Ibrahim,
    33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang
    terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan
    bagimu malam dan siang.

    Al Anbiyaa’,
    33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari
    dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam
    garis edarnya.

    Luqman,
    29. Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam
    ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan
    matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang
    ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
    kerjakan.

    Faathir,
    13. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam
    malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan me-
    nurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah
    Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru
    (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit
    ari.

    Yaa Siin,
    38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah
    ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    Yaa Siin,
    40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun
    tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada
    garis edarnya.

    Al Buruuj,
    1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

    Al Furqaan,
    61. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan
    bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang
    bercahaya.

    Az-Zumar,
    5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar;
    Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas
    malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing
    berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah
    Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

    Ar Rahmaan,
    5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

    Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  44. yogakasep berkata

    alhamdulilah terjemahan dari kitab ini, sudah bisa di unduh gratis di kampungsunnah….silakan download.

  45. ferry berkata

    Dari kutipan tafsir diatas saya tidak melihat argumen yang menguatkan geosentris sama sekali.
    Dari surat Yunus ayat 5 disimpulkan:
    Matahari “dhiyaaan/bersinar”, bulan “nuuran/bercahaya” untuk menjelaskan peristiwa Emisi (terjadinya cahaya) dan refleksi (pemantulan cahaya). Matahari itu bintang dan bulan adalah satelit.

    Manzilah-manjilah yang dimaksud adalah fase-fase bulan (moonphase), sehingga dari moonphase ini manusia dapat mengukur waktu satu periode s bervariasi antara 29-30 hari.

    Apabila kita paksakan matahari mengelilingi bumi dalam 24 jam maka dari mana kita tahu bilangan tahun matahari? apa yang bisa dijadikan pembanding bahwa 1 tahun bisa didekati 12 bulan?

    kita lihat
    Al Kahfi 25
    “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”

    300 tahun ditambah dan ditambah 9 tahun. Mengapa tidak sekalian saja 309 tahun? eit jangan protes dulu! Allah Maha Mengetahui dan makhluk tidak mengetahui kecuali diberitahu Allah.

    Apabila kita asumsikan bumi mengelilingi matahari dengan pendapat masyhur periodenya 365 hari. 1 tahun matahari=365 hari
    di sisi lain karena variasi 29-30 maka 12 bulan = 354 hari
    jadi 300 tahun matahari = (365/354) x 300 = 309 tahun qamariyah, Subhanallah!! Maha Benar Allah…

    Apabila kita memaksakan konsep Geosentris, tidak ada cara mengetahui 1 tahun Matahari, karena cuma ada periode matahari mengelilingi bumi 24 jam. Maaf kalo komentar saya kepanjangan, semoga menjadi kebaikan bagi kita semua. Wallohualam

  46. Ibnu Saud berkata

    telusuri saja kata kunci : heliosentris , dan bacalah semua blog dan komentar serta pandangannya satu per satu, maka ana yakin antum tambah ilmunya .
    Semoga manfaat ,
    Wassalammu alaikum wr.wb.
    Ibnu Saud .

  47. Abdul Aziz berkata

    Assalamualaykum. wr.wb.
    Dalam diskusi ini mari kita buka fikiran kita lebar2 dengan tetap mau menerima kebenaran. saya yakin Alquran dan Sunnah Rosul yang benar dari pada logika Kafir. jika antum2 sekalian masih mengandalkan logika, maka yang terjadi adalah pengabaian Iman. ingat ketika Abu Bakar mengatakan percaya atas Mi’raj Rosululloh. padahal jika itu dilihat dari logika dan ilmu pengetahuan adalah tidak mungkin untuk masa itu, nahkan sampai kini. namun itulah iman, ia menembus batas nalar manusia karena keyakinan. kemudian beliau mendapat gelar Assidiq. silakan antum pilih…. Wallohua’lam.
    wassalamualaykum. wr.wb.

  48. alhamdulillah,
    sampai saat ini saya lebih melihat yang rajih bahwa matahari mengelilingi bumi.

  49. centrifugal berkata

    saya heran kenapa dalam masalah ini orang2 salafy bingung terus. memahami islam hanya bisa didapat dengan berguru pada para ulama. sepertinya para ulama sunni terdahulu sekelas hafiz ibnu hajar dan yang lain tidak pernah membahas masalah ini, kenapa? karena ini bukanlah perkara dien, ini tidak lain hanyalah perkara fenomena alam yang penegtahuan manusia tentangnya bisa berubah setiap zaman. dan ini tntu buka ruang lingkup para ulama fiqh dan hadits dalam membahas masalh ini karena bukan prkara dien. yang aneh tuh pemahaman yang mengatakan bahwa alam ini qodim atau hawaditsul qodim atau hawadits yang tidak berpermulaan. alam dan arsy tidak pernah diciptakan alias qodim tapi mereka bukan Tuhan menurut klaim mereka, karena mereka ini akan bingung kalau ditanya DIMANA ALLAH sebelum arsy dicipta?!. barulah pernyataan ini menyimpang dalam i’tiqod, yang para ulama harus membahasnya.

    Hafidz Inbu hajar berkata dlm Fathul Bari 13/421:
    “sabda beliau saw (Allah ada dan tidak ada sesuatu sebelumNya). Telah lalu pada bab ‘Permulaan Wahyu’ dengan lafaz (dan belum ada sesuatupun selainNya), dalam riwayat Abu Muawiyah (Allah ada sebelum segala sesuatu) ini bermakna Allah ada sendiri dan tidak ada sesuatupun bersamaNya, ini lebih tegas dibandingkan riwayat lain bab ini dalam membantah orang yang menetapkan hawadits yang tidak berpermulaan. Ini adalah permasalahan yang dipandang buruk dan disandarkan kpd Ibnu Taimiyyah,…”

  50. Abu Luqman berkata

    Assalamu’alaykum wR. wB.
    Salam kenal sebelumnya buat semua.

    Menurut penilaian ana, banyak terdapat kekeliruan dari apa yg telah kita semua pelajari di sekolah, dari SD dan seterusnya, tak terkecuali pelajaran science. Misalnya tentang kekekalan massa & energi, kok bisa ada yg kekal selain Alloh. Alam semesta tidak berbatas, terus mengembang, dll, wah ini lebih gawat lagi, bisa-bisa asma Alloh al awwal wal akhir, az zohiru wal bathin, menjadi nggak berlaku gara2 keyakinan ini.

    Sebagai seorang muslim sudah selayaknya mengedepankan iman kepada ayat-ayat Alloh di atas informasi dari penelitian, yg bisa betul bisa juga keliru. Walaupun katanya telah banyak bukti yg menguatkannya.
    Memang al Quran bukan kitab ilmu pengetahuan, tapi pasti semua ilmu pengetahuan bersumber padanya, dan dasar-dasar informasinya pasti telah ada di dalamnya.
    Di sini bisa ana katakan dan simpulkan bahwa “Science is the best guess that human can reached.” Jadi, sebagus-bagus bukti dan sebanyak-banyaknya kesaksian tentang ilmu pengetahuan hanya merupakan “tebakan terbaik”. Sedangkan al Quran dan as Sunnah ash Shohihah, tidak ada keraguan di dalamnya.

    Pendapat akh abuyahya on 22 Jul 2008, Apa ada yg mustahil bagi Alloh?.

    Tentang bualan Amerika pernah ke bulan, itu kan sesumbar politik mereka (dengan bekerja sama dengan media Yahudi) saja terhadap musuh saat itu, Uni Soviet, biar keder nyalinya, agar persaingan antariksa mereka menjadi seolah-olah lebih unggul.
    Sedangkan umat muslim janganlah mudah percaya, toh banyak keganjilannya, dan mereka tidak bisa membuktikan validitasnya.

    Juga terhadap ayat al Quran, tidak sepatutnya seorang yg awwam dan ilmu lughoh Arabnya sangat minim mengomentari kesempurnaan dan ketinggian bahasa Quran hanya dari terjemahannya saja (misal makna: “Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?” dan “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”), hanya didorong oleh keinginan membela pendapatnya, tanpa merujuk kepada ahlinya.

  51. nurdin berkata

    Apa kelebihan hitungan Masehi dengan Hijriah? Mungkin ada hubunganya dengan ini

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar