Arsip untuk Januari 4, 2008

Offline Version of Islam-QA

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Saudara sekalian, benarlah firman Allah bahwa sekiranya kita menginventarisasi dan menguantifikasi ni’mat yang Allah karuniakan kepada kita tentu kita tidak akan sanggup untuk melakukannya.

Diantara kenikmatan yang kita perolah dari dunia maya adalah hadirnya website yang memuat tanya jawab/fatwa yang sangat bermanfaat. Dengan mudah bisa kita jumpai jawaban untuk beberapa problematika keseharian yang ada di sekitar kita. Satu diantara website tersebut adalah www.islam-qa.com yang tentunya cukup ‘akrab’ bagi sebagian diantara kita –dengan segala makna atau maksudnya -. Website ini sejatinya sudah cukup lama exist dimulai dari single language (Arabic) hingga saat ini sudah multi language meskipun masih banyak fatwa atau artikel yang belum kelar juga diterjemahkan

Saya pribadi banyak mengambil manfaat dari website ini. Ketika ada pertanyaan muncul, saya bisa dengan mudah mencari dan menemukan jawabannya, walhamdulillah. Dan yang cukup menarik dan hati ini merasa mantap adalah jawaban yang diberikan umumnya dilengkapi dengan dalil yang lugas serta penyandaran terhadap ulama dengan referensi yang jelas. Namun demikian, adalah manusia yang memang sulit untuk begitu saja merasa puas, keharusan untuk tetap terkoneksi dengan internet ditambah lagi speed yang ‘kadarkum’ (kadang sadar kadang kumat), membuat hati ini kerap dilanda kecewa ketika harus bersegera menemukan jawaban yang dicari namun hanya halaman putih kosong saja yang terpampang di layar monitor. Belum lagi ketika satu jawaban ternyata ihalah kepada jawaban untuk pertanyaan serupa di nomer sekian dan sekian, sungguh membuat hati ini harus lebih banyak belajar bersabar. Wallahu al-musta’an.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Menjawab Abu Salafy (2)

Penulis : Abul Jauzaa’

Ada satu hal menarik sekaligus menyedihkan ketika membaca paparan yang dituliskan oleh AbuSalafy dalam Blog pribadinya. Setidaknya, ia menulis tiga buah tulisan yang isinya mengkritisi sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman. Namun niat yang bangun dibalik itu semata-mata hanyalah untuk mendiskreditkan Salafy “Wahaby”. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari tulisan AbuSalafy. Tidak ada bahasan dan ta’qib berarti dalam tulisannya. Ia hanyalah menuliskan hadits yang kebetulan dibacanya. Sayang…., minim penelaahan dan miskin pemahaman.

Apa yang ditulis oleh Al-Ustadz Al-Habib Abu Faris sebelumnya,sebetulnya telah menjawab apa yang yang menjadi inti tulisan Abu Salafy.

Abu Salafy mengatakan dalam Blognya :

“Syekh Masyhur menyamakan posisi wanita dengan anjing hitam dan keledai, sama-sama membatalkan shalat jika lewat di hadapan mushalli (orang yang sedang salat)! Kalau orang laki-laki tidak membatalkan!! Hebatkan? Ikuti fatwa ala ulama wahabi ini!”. [selesai perkataan Abu Salafy]

Kemudian setelah menukil fatwa Syaikh Masyhur, Abu Salafy berkomentar :
Baca entri selengkapnya »

Komentar (26)