Arsip untuk Januari, 2008

Adakah Ulama Salaf(y) yang Menguatkan Teori Heliosentris?

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Berawal dari diskusi milis mengenai topik buku Al-Ustadz Ahmad Sabiq mengenai pandangan ulama salaf bahwa matahari mengelilingi bumi, ada sebuah buku lama yang menurut seorang ikhwah berisi tentang tafsir al Qur’an dan kaitannya dengan teori Heliosentris.Juga disebut-sebut berlawan kesimpulan dengan buku Ustadz Ahmad Sabiq.Buku ini telah diterjemahkan oleh penerbit Pustaka Azzam dengan judul Islam dan Astronomi. Namun nampaknya sudah langka dipasaran,entah tahun berapa diterbitkan.Alhamdulillah buku ini dapat saya lacak judul bahasa arabnya di internet,namun sayang tidak dijumpai file pdf maupun tulis ulangnya.

Judul asli buku ini :

ما دل عليه القرآن مما يعضد الهيئة الجديدة القويمة البرهان

Buku ini ditulis oleh Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi ,ditakhrij Syaikh al Albani, dan ditahqiq Muhammad Zuhair asy Syawsy dan tambahan catatan kaki oleh Dr. Syaahir Jamal (Pakar Astronomi)

Alhamdulillah,kemudian Al-Akh Al-Ustadz Abu Thalib Al-Atsari kemudian memesannya dari agen Maktab al Islamy di Amerika yang bernama Darul Kitab wal Hikmah.

Apakah betul ada ulama salafy yang mendukung teori Heliosenstris?

Baca entri selengkapnya »

Komentar (57)

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam (2)

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Tahun lalu saya pernah sampaikan keterangan Al-Imam Ibnu Utsaimin tentang mengucapkan selamat tahun baru islam.Bisa dilihat di http://salafyitb.wordpress.com/2007/01/19/hukum-mengucapkan-selamat-tahun-baru-islam/

Menjelang tahun baru islam 1429H yang sebentar lagi akan kita jumpai, saya coba sampaikan penjelasan Syaikh Ibn Jibrin.Berikut keterangan beliau :

Alhamdulillahirobbil ‘aalamin.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada semulia-mulia para Rasul.Sesungguhnya tahniah adalah kabar gembira dan senang dengan segala sesuatu yang menggembirakan jiwa-jiwa yang berbahagia dengannya.

Adalah dulu Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam memberitakan kabar gembira kepada sahabat-sahabatnya akan kedatangan bulan Ramadhan.Maka inilah petunjuk (dalil) akan kebolehan ucapan kebahagiaan dengan apa yang senang dengannya dalam urusan dunia dan akhirat.

Maklum adanya bahwa Tahun Baru membawa kebahagiaan dan kesedihan.Rasa bahagia dengan telah genapnya satu tahun penuh yang terisi dengan keistiqomahan dan keteguhan diatas agama dan juga rasa aman, kesehatan dan kehidupan bahagia,selama setahun penuh, maka atas keadaan ini maka bertahniah dengannya dan mendoa’akan sebagian mereka kepada sebagian lain dengan ucapan kehidupan yang baik, panjang umur diatas ketaatan.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (5)

Offline Version of Islam-QA

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Saudara sekalian, benarlah firman Allah bahwa sekiranya kita menginventarisasi dan menguantifikasi ni’mat yang Allah karuniakan kepada kita tentu kita tidak akan sanggup untuk melakukannya.

Diantara kenikmatan yang kita perolah dari dunia maya adalah hadirnya website yang memuat tanya jawab/fatwa yang sangat bermanfaat. Dengan mudah bisa kita jumpai jawaban untuk beberapa problematika keseharian yang ada di sekitar kita. Satu diantara website tersebut adalah www.islam-qa.com yang tentunya cukup ‘akrab’ bagi sebagian diantara kita –dengan segala makna atau maksudnya -. Website ini sejatinya sudah cukup lama exist dimulai dari single language (Arabic) hingga saat ini sudah multi language meskipun masih banyak fatwa atau artikel yang belum kelar juga diterjemahkan

Saya pribadi banyak mengambil manfaat dari website ini. Ketika ada pertanyaan muncul, saya bisa dengan mudah mencari dan menemukan jawabannya, walhamdulillah. Dan yang cukup menarik dan hati ini merasa mantap adalah jawaban yang diberikan umumnya dilengkapi dengan dalil yang lugas serta penyandaran terhadap ulama dengan referensi yang jelas. Namun demikian, adalah manusia yang memang sulit untuk begitu saja merasa puas, keharusan untuk tetap terkoneksi dengan internet ditambah lagi speed yang ‘kadarkum’ (kadang sadar kadang kumat), membuat hati ini kerap dilanda kecewa ketika harus bersegera menemukan jawaban yang dicari namun hanya halaman putih kosong saja yang terpampang di layar monitor. Belum lagi ketika satu jawaban ternyata ihalah kepada jawaban untuk pertanyaan serupa di nomer sekian dan sekian, sungguh membuat hati ini harus lebih banyak belajar bersabar. Wallahu al-musta’an.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Menjawab Abu Salafy (2)

Penulis : Abul Jauzaa’

Ada satu hal menarik sekaligus menyedihkan ketika membaca paparan yang dituliskan oleh AbuSalafy dalam Blog pribadinya. Setidaknya, ia menulis tiga buah tulisan yang isinya mengkritisi sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman. Namun niat yang bangun dibalik itu semata-mata hanyalah untuk mendiskreditkan Salafy “Wahaby”. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari tulisan AbuSalafy. Tidak ada bahasan dan ta’qib berarti dalam tulisannya. Ia hanyalah menuliskan hadits yang kebetulan dibacanya. Sayang…., minim penelaahan dan miskin pemahaman.

Apa yang ditulis oleh Al-Ustadz Al-Habib Abu Faris sebelumnya,sebetulnya telah menjawab apa yang yang menjadi inti tulisan Abu Salafy.

Abu Salafy mengatakan dalam Blognya :

“Syekh Masyhur menyamakan posisi wanita dengan anjing hitam dan keledai, sama-sama membatalkan shalat jika lewat di hadapan mushalli (orang yang sedang salat)! Kalau orang laki-laki tidak membatalkan!! Hebatkan? Ikuti fatwa ala ulama wahabi ini!”. [selesai perkataan Abu Salafy]

Kemudian setelah menukil fatwa Syaikh Masyhur, Abu Salafy berkomentar :
Baca entri selengkapnya »

Komentar (26)

Menjawab Abu Salafy (1)

Saya telah melihat bantahan dari Abu Salafy terhadap tulisan saya sebelumnya. Sepertinya yang bersangkutan kurang menangkap esensi, critical point dan fokus dari tulisan saya. Apa yang saya tuliskan adalah lebih tertuju kepada pengingkaran atas sikap kasar dan celaan dalam tulisan Abu Salafy kepada ulama dan pihak yang berseberangan dengannya dalam masalah ini, dibandingkan upaya tarjih secara fiqh.

Tulisan kali ini pun masih tetap koridor spirit tulisan sebelumnya.Kali ini saya hanya akan menyoroti hal-hal yang kiranya patut disoroti.Adapun pembahasan fiqh yang lebih komprehensif mengenai masalah ini, maka in sya’a'Llah semoga saja Allah memberi kemudahan untuk menyusunnya.

Coba perhatikan kutipan dari tulisan saya sebelumnya, bahkan saya sampai mem-bold-nya:

 

“Dari penjelasan di atas, tampak jelas bahwa masalah ini diperselisihkan di kalangan ulama, Salaf maupun Khalaf. Karena itu, tidak layak apabila seseorang menguatkan suatu pendapat tertentu dalam hal ini lalu menyerang orang lain yang berbeda pendapat.

 

Sungguh mengherankan, saya tidak tahu apakah yang bersangkutan pura-pura bodoh atau memang ‘bodoh’, tidak mengetahui bahwa masalah ini diperselisihkan di kalangan ulama sejak zaman baheula. Jika yang bersangkutan ‘bodoh’, maka hendaklah ia memfokuskan diri untuk belajar dan berhenti mencela ulama yang jelas-jelas jauh lebih alim darinya. Jika yang bersangkutan pura-pura bodoh, maka ia telah melakukan pengkhianatan ilmiah untuk memuaskan hawa nafsunya dalam hal mencela. Wa’Llahu’l musta`an.” [Selesai kutipan.]

 

Karena itu, dalam tulisan sebelumnya, saya jelaskan bahwa masalah ini merupakan perkara ijtihadiyyah yang debatable di kalangan ulama, Salaf maupun Khalaf, serta saya jelaskan bahwaulama yang berpegang dengan zahir hadits yang menyebutkan bahwa shalat diputuskan oleh wanita (yang baligh), keledai dan anjing hitam itu pun memiliki argumen yang patut diperhitungkan (mu’tabar), baik secara nash maupun logis, sehingga tidak patut untuk dicela, terlepas dari setuju atau tidak setuju. Tentu demikianlah adab dalam menghadapi perkara khilafiyyah ijtihadiyyah sebagaimana dinyatakan oleh ulama. Saya belum mengetahui adanya perselisihan ulama dalam hal adab tersebut. Saya rasa thalibu’l `ilm yang masih sangat pemula pun seharusnya mengetahui hal ini. Bagaimana dengan Anda, Abu Salafy? Namun, saya juga melihat bahwa tulisan sanggahan balik Abu Salafy kepada saya sudah jauh lebih baik kondisinya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (26)