Penulis : Muhammad Fu’ady
Bismillahi Rahmaanir Rahiim
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin, Wash Sholaatu Was Salaamu ‘Ala khayri
Khalqillahi Ajma’iin, Wa’ala Aalihi Wa Shohbihi wat Tabi’iin.
Banyak sekali syubhat yang dilontarkan oleh kaum kuffar mengenai kedudukan ‘Isa dalam agama islam, sebagian mereka mengambil ayat-ayat yang mutasyaabih lalu memutar balikkan makna sehingga tersamar oleh banyak orang kecuali yang Allah kehendaki kebaikan.
Diantara syubhat yang paling besar adalah perkataan mereka bahwa Allah menyebut ‘Isa sebagai Ruuh Minhu yakni -menurut mereka- ruh dari bagian Ruuh Allah.
Allah juga menyebutkan bahwa ‘Isa itu adalah Kalimat Allah, bukan Makhluq Allah. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ayat-ayat
mengenai ‘Isa bin Maryam ‘Alaihi Sholaatu Was Salaam yang kami ambil dari Tafsiir Adhwaaul Bayaan yang dikarang oleh Syaikh “Muhammad al Amiin bin Muhammad Bin Mukhtar bin ‘Abdul Qoodir bin Muhammad Bin Ahmad Bin Nuuh bin Muhammad Bin Sayyidi bin Ahmad Bin Mukhtar” Rahimahullah wa fasaha qabruhu wa rafa’a darajaatuh Amiin.
Allah Berfirman :
“wa kalimatuhu Alqaaha ila Maryama Wa ruuhun Minhu”
Lafazh “Min” pada ayat ini tidak berarti ’sebagian’ seperti yang disangka oleh Nashrani yang berdusta atas nama Allah, Akan tetapi “min” pada ayat ini berarti permulaan sebuah tujuan[*], sehingga artinya adalah permulaan ruh itu yang kemudian terlahirlah ‘Isa berasal dari Allah ta’ala, karena Ialah yang menghidupkan ‘Isa dengan ruh itu.
Adapun dalil lain yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan “min” pada ayat ini adalah “permulaan sebuah tujuan” adalah firman Allah ta’ala
“Wa Sakhkharna Lakum ma fis Samaawaati wa Maa Fil Ardhi Jamii’an Minhu”
Baca entri selengkapnya »