Arsip untuk Agustus, 2007

Resto Buffet “All you can eat” ,bolehkah?

Admin : Disarikan dan diringkas dari diskusi milis dari Al-Akh ahmad, Abu Umair & Abu Ishaq

Dalam Majalah As-Sunnah, Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M hal. 9 tersebut disana fatwa Syaikh Salim Al-Hilaly hafidzahullah tentang hukum restaurant yang memasang tarif yang sama kepada semua pengunjung. Setiap orang dibolehkan mengkonsumsi apa saja yang tersedia disana. Padahal porsi makan masing-masing orang berbeda-beda.Disebutkan disana hukumnya tidak boleh karena terkandung unsur jahalah dan dan gharar (penipuan).Unsur ketidak tahuannya, yaitu pertama, menyerahkan uang dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan sesuatu yang belum jelas. Dan yang kedua, unsur gharar,yaitu karena mengambil makanan yang kurang dari nilai yang yang kita serahkan,sementara orang lain ada yang mengambil makanan yang lebih besar dibandingkan dengan nilai uang yang ia serahkan.

Pembanding Pendapat :

Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahulah berkata :


مسألة : هناك محلات تبيع الأطعمة تقول : ادفع عشرين ريالا والأكل حتى الشبع ؟

الجواب : الظاهر أن هذا يتسامح فيه ؛ لأن الوجبة معروفة ، وهذا مما تتسامح فيه العادة ، ولكن لو عرف الإنسان من نفسه أنه أكول فيجب أن يشترط على صاحب المطعم ؛ لأن الناس يختلفون ” انتهى من “الشرح الممتع” (4/322)

Syaikh berkata:”Ada sejumlah toko yang menjual makanan dan berkata :”Bayarlah 20 real dan makanlah sepuasnya!”

Baca entri selengkapnya »

Komentar (9)

Masjid Bukan Syarat dalam Pelaksanaan Shalat Berjama’ah

Mengomentari mengenai hadist “……laqod hamamtu an amuro bihathobin fayuhthoba tsumma aamuro bisholatin fayuadzdzana laha tsumma aamuro rojulan fayaumma an-naasa tsumma ukholifa ilaa rijalin fa uharriqo ‘alaihim buyutahum ….(Bukhori Muslim)

Pendapat yang rajih allahu a’lam bahwa Masjid bukan lah syarat dalam pelaksanaan shalat berjamaah.Di selain mesjid tidak mempengaruhi keabasahan shalat berjamahnya,tetapi hanya mempengaruhi keutamaannya.

Hadist diatas kurang lebih maknanya :”…Betapa aku ingin memerintahkan supaya disediakan kayu bakar,lantas aku perintahkan seorang muadzdzin untuk beradzan.Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat.Lalu aku akan berangkat bersama beberapa orang dengan membawa kayu bakar kepada orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah dan membakar rumah-rumah mereka….”

Dari hadist diatas yang bisa kita pahami :

1.Rasulullah tidak melaksanakan hajat tersebut.Dari mana kesimpulan ini? Ya dari teks hadistnya jelas disebutkan baru sebatas keinginan atau niatan “Betapa aku ingin (laqod hamamtu)”.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (36)

Antara Kedzaliman dan Pelurusan : Sayyid Qutb

Fadhilatusy Syaikh Masyhur Hasan Salman ditanya mengenai pendapatnya tentang Sayyid Qutb sebagaimana bisa dijumpai dalam website pribadi beliau http://almenhaj.net/makal.php?linkid=388

Beliau hafidzahullah menjawab : Terdapat dua kesalahan pembicaraan mengenai Sayyid Qutb, dan ucapan ini adalah ibadah.Dan saya (meniatkan) ibadah dalam apa yang akan saya katakan.Sungguh telah salah orang yang mengkafirkan Sayyid Qutb dengan menginteraksinya yakni dengan membawa ungkapan-ungkapan beliau yang (sebenarnya) tidak merusak keadaan beliau.Dan sebuah buku berisikan pengkafiran Sayyid Qutb, maka ini adalah bentuk kedzaliman terhadap beliau.Dan diantara kedzaliman terhadapnya adalah membawa lafadz-lafadz Sayyid Qutb padahal sesungguhnya tidak menciderai keadaan beliau.Bahkan dari kedzaliman juga terhadap Sayyid Qutb dengan menginteraksi dan menghukumi lafadz-lafadz serta ungkapan Sayyid dengan ungkapan serta istilah-istilah para ulama (definisi keilmuan syariat).Hanya saja seharusnya kita menghukuminya dengan ungkapan dan istilah kesusasteraan.Disanalah ada dua perbedaan besar antara dua hal.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (14)

Kajian Mahasiswa Baru ITB “Meraih Cinta Dengan Ilmu”

UDRUS bekerja sama dengan Yayasan Ihya’u Sunnah insyaAllah berencana akan menyelenggarakan acara yang bertemakan urgensi ilmu sebagai sarana bagi mahasiswa muslim pada khususnya dan masyarakat muslim pada umumnya untuk meraih ‘ cinta ‘ Allah subhanahu wataala

Hari : Sabtu , 15 September 2007
Pukul : 09.00 – 15.00
Tempat : GSG Masjid Salman ITB

Sesi I
Tema :Meraih Cinta Dengan Ilmu
Pembicara : Al-Ustadz Abu Ishaq As-Sundawy

Sesi II
Tema : Indahnya Ramadhon
Pembicara : Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

*Konfirmasi lebih lanjut dapat menghubungi
Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Bimbingan Islam UDRUS
Sekretariat : Wisma al-Fath Jl. Cihaur No. 15 A / 158 C (022-2535911)

*Acara ini memerlukan donasi dana dari ikhwah sekalian, jika hendak ada yang ingin bersaham kebaikan melalui acara ini silahkan hubungi Abu Shalih ( HP: 085222192341)

*Informasi terbaru mengenai kegiatan ini akan di informasikan selanjutnya di website ini insyaAllah

Komentar (5)

Engkau dan Hawa Nafsu

Disusun dari postingan Ahmad Jacob Zurmanda & Abu Ishaq As-Sundawy

Bisa jadi diantara kita yang mengaku menjadi “salafy” ini pada hakekatnya bukan salafy yang sebenarnya, bahkan lebih tepat disebut sebagai “fulany” karena mengedepankan pendapat syaikh tertentu dalam segala hal dan kenyataannya..ana ingat ada nasehat Ustadzuna Fariq tentang hal ini menukil dari Syaikh Abdurrahman AL Mu’allimi Al-Yamani, kurang lebihnya berbicara tentang hawa nafsu yang maknanya kurang lebih “jika ada orang yang berpendapat dengan pendapat berbeda dari syaikh anda, lalu anda mendapati bahwa pendapat itu lebih benar, apakah anda akan serta merta ikut, ataukah pikir-pikir dahulu, gak enak karena ini pendapat syaikh anda??”..demikian pula “jika ada orang mencela Rasulullah, ada lagi yang mencela sahabat Abu bakar, dan ada yang mencela syaikh anda, kemarahan mana yang paling besar yang akan timbul dari anda??”…hawa nafsu sangat lembut, dan “al ma’shum man ‘ashamahu Allah” (orang yang selamat adalah yang diselamatkan Allah)

Kebetulan buku ini bisa di dunlod di http://www.saaid.net/book/open.php?cat=91&book=759 dan juga tulisan/terjemahan Ustadzuna Fariq Anuz untuk topik yang dimaksud tersebar di banyak tempat, maka:

1. Buku At-Tankil bi Maa fi Ta’nibil Kautsari minal Abathil yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman Al-Mu’allimi Al-Yamani, ada yang sudah dita’liq oleh Syaikh Al-Bani. Silakan dicari jika berminat.

2. Buku ini sangat bagus dan kaya faidah, untuk itu Syaikh Ali Hasan menyusun buku kecil berjudul Maa Laa Yasa’ul Muslimu Jahluhu Min Dharuriyyatit Tafakkur yang berisi nukilan beberapa topik yang sangat bagus bertabur faidah dari buku At-Tankil tersebut. Silakan dicari juga jika memang berminat.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Seuntai Nasihat Untuk Para Penuntut Ilmu

Assalamu’alaikum Warahmatullah

Semoga tulisan ringkas berikut ini dapat memberikan tambahan motivasi bagi dalam menuntut ilmu dan merecharge tauhid keikhlasan kita, mengingatkan akan bahaya benih-benih riya’ dalam amal yang sangat mulia ini, yakni menuntut ilmu. So semoga tulisan ini juga bisa memenuhi permintaan abah abdillah, Pak Salman, yang menganggap millis ini kering dari pembahasan tauhid.
Bismillahirrahmanirrahim
Sallallahu’alaihi wasallam

Sesungguhnya di antara aktivitas yang paling berpahala yang dapat orang raih adalah menuntut ilmu dari din Allah. Seseorang yang mencintai bertafaquh dalam agama, tidak hanya Allah inginkan kebaikan kepadanya saja, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam :

Barang siapa yang diinginkan kebaikan kepadanya maka akan difakihkan dalam agama (HR Al Bukhari (71) dan Muslim (1037) dari Mu’awiyah radliallahu ‘anhu)

Tetapi ia juga mewarisi secara langsung dari kekayaan Nabi Allah, sebagaimana yang disabdakan oleh nabi sallallahu ‘alaihi wasallam :

Sesungguhnya para Nabi tidak meninggalkan dinar tidak pula dirham, hanyalah mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambilnya, sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak. (Hadits Shahih diriwayatkanh oleh Abu Dawud (3641) dan At Tirmidzi (2683) dari sahabat Abu Darda radliallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Syeikh Al AlBani dalam Sahih Sunan Abi Dawud (2/407))

Dan dia laksana bulan purnama dibandingkan bintang-bintang, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam :

Permisalan antara orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah adalah seperti perbedaan antara bulan purnama dan bintang-bintang lainnya (sama dengan takhrij hadits yang pertama)
Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)