Arsip untuk April, 2007

Perihal Menyingkat Kalimat Salam (2)

Penulis : Abu Ishaq As-Sundawy

Bismillah Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashhabihi wa man waalah

Saudara sekalian, hangat sekali tampaknya diskusi mengenai masalah penyingkatan penulisan salam atau sholawat ini. Pak Ustadz Abu Faris, jazakallah khair atas ifadahnya, rupanya memang harus ada ta’qib agar ifadah dari antum bisa terus mengalir:p. Saudara-saudara, silakan jangan sungkan untuk bertanya ataupun menyanggah, insya Allah semua warga milis ini tidak kikir untuk berbagi, hanya masalah stimulus saja barangkali, ada yang tanpa diminta dia langsung berbagi, ada juga yang barangkali harus ‘diserang’ terlebih dahulu baru mau berbagi :p. ‘Ala kulli haal, nuansa diskusi atau bahts ilmiyyah jangan sampai luntur di milis ini, tentunya dengan tetap memperhatikan adab dan kesejukan dalam indahnya persaudaraan. (jadi ingat slogannya seorang tokoh euy..:p)

Membaca apa yang ditulis oleh Al-Akh Al-Ustadz Abu Faris berkenaan masalah menyingkat salam atau sholawat dalam penulisannya serta komentar Al-Akh Abu Al-Jauzaa dan Al-Akh Abu Shalih di blog SalafyITB, perkenankan saya ikut berkometar. Tidak ada yang baru dari saya, hanya pengulangan dan barangkali tidak lebih dari sekedar ghutsa’ dalam nuansa ta’yid kepada pendapat Pak Abu Faris karena memang ‘kebetulan’ saya satu barisan dengan beliau dalam hal ini:p

Pertama,
Fi hududi ‘ilm (pinjam istilahnya Pak Abu Faris:p), memang telah terjadi polemik dalam masalah ini. Sebagian ulama berpendapat tidak masyru’nya (baca: makruh) menyingkat sholawat dalam penulisan sementara yang lain memandang tidak ada masalah dalam penyingkatan tersebut selama maksud atau tujuannya bisa tercapai, yaitu diucapkannya sholawat.

Namun jauh sebelum itu, sejatinya pengucapan sholawat ketika nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut pun masih dijadikan tanda tanya apakah diucapkan setiap kali disebut atau bagaimana? Apakah para shahabat ketika berbicara atau memanggil Nabi, Ya Rasulullah, serta merta mereka mengucapkan shallalahu ‘alaika? Apakah pengucapan shalawat merupakan bentuk kecintaan sejati kepada Nabi sementara ucapan dan perbuatan kita menyelisihi beliau? Bukankan jika kita ittiba’ sepenuh hati dan rasa dalam setiap ucap dan laku dan tidak bersholawat kecuali ketika sholat saja maka kita tetap dikatakan salafi? Silakan simak dengan seksama hal ini dengan segenap faidah yang terkandung dalam pembahasan Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi Al-Maliki dalam bukunya ‘Aridhatul Ahwadzi bi Syarhi Shahih At-Tirmidzi (bisa didownload di http://www.waqfeya.com/open.php?cat=33&book=744)
Baca entri selengkapnya »

Komentar (3)

Perihal Menyingkat Kalimat Salam (1)

Admin: Uraian singkat dari Al-Akh Abu Faris dimilis mengenai menyingkat kalimat salam atau shalawat

Penulis : Abu Faris An-Nuri

Terkait dengan menyingkat salam, shalawat, dll, maka menurut saya menulis salam secara lengkap adalah lebih utama, namun menyingkat juga tidak mengapa (boleh), selama singkatan tersebut mewakili pelafalan yg dimaksud.

Penjelasannya sebagai berikut:
Pertanyaan: Apakah yg menjadi ‘ibrah dalam salam, shalawat, dsb, adalah pelafalan ataukah bentuk tulisan? Saya rasa kita semua sepakat bahwa jawabnya adalah pelafalan. Sebab, jika bentuk tulisan yg dijadikan ‘ibrah, maka ini merupakan hal yg mustahil. Sebab, sebagai konsekuensinya akan muncul pertanyaan lanjutan: bentuk tulisan bagaimana yg dimaksud? Sekiranya dijawab: tulisan arab (meskipun hal ini tidak tepat), maka ini berarti penulisan salam, shalawat, dll dengan menggunakan huruf latin, cina, dll tidak dibolehkan. Pilihan tersebut tentu saja jauh dari kebenaran.

Dari keterangan di atas, maka jelaslah yg menjadi ‘ibrah dalam hal ini adalah pelafalan. Ini berarti setiap tulisan yg merepresentasikan dan merefleksikan pelafalan salam, shalawat, etc dapat dibenarkan, dan ini berarti tidak bergantung pada jenis dan jumlah huruf, disingkat atau tidak, dll. Permasalahan ini mungkin sedikit dapat dikaitkan dengan kaidah fiqh disebutkan: al-’ibrah bil haqa`iq wal ma’ani la bil alfazh wal mabani.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (7)

Kajian Tauhid : “Tiga Landasan Utama”

Assalamu’laikum Warrahmatullah

Alhamdulillah telah dimulai ta’lim rutin sejak 2 pekan lalu:
Penjelasan kitab tiga landasan utama (Tsalatsatul Ushul) Imam Muhammad At Tamimi yang diisi oleh Al Ustadz Abu Isa Hafidzahullah
jadwalnya 2 kali perbulan, pekan ke 2 dan ke 4.

Waktu : Sabtu , 10.00 – 12.00 WIB
Tempat : Masjid Darudakwah Plesiran,Bandung

insya Allah sabtu pekan ada kajian tersebut
terbuka untuk umum, putra dan putri.

Informasi : – 085222206414 -

Komentar (1)

85 Judul Buku Imam Ibnu Utsaimin

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Saudara sekalian,
Buku-buku Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah yang diterbitkan di bawah pengawasan Mu-assasah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin sudah mencapi 85 judul per 4 April 2007.

Bagi yang berminat atau tertarik untuk menyelami lautan ilmu Al-Imam Ibnu Utsaimin –yang tentunya memiliki nuansa yang khas sebagaimana sudah dirasakan oleh sebagian yang hadir di sini- silakan mulai berburu.

Jika anda tidak punya cukup banyak waktu untuk berburu, ada cara mudah untuk mendapatkan ke 85 judul buku tersebut yang memang sudah disiapkan oleh Mu-assasah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin bagi orang seperti anda:p

Silakan kunjungi http://www.ibnothaimeen.com/all/shaikh/article_17723.shtml , di sana dicantumkan list buku-buku Al-Imam berikut harganya yang bisa dibeli seluruhnya dalam satu paket atau bisa juga dipilih sesuai judul yang diinginkan. Total harga untuk ke 85 judul buku tersebut hanya 1052 Real Saudi saja… konversi ke rupiah? Iya mangga silakan dikonversi sendiri ajah yah….

Kalau sebagian buku sudah dimiliki bagaimana? Ya gampang, tinggal pilih mana yang belum dimiliki atau beli semua nanti sisanya tinggal dijual ke kawan yang lain atau lebih bagus dihadiahkan :p

Semoga bermanfaat,

Wassaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Abu Ishaq
* Yg lagi bingung apakah beli satu paket atau dipilih yang belum dimiliki saja. Atau nanti saja nunggu jumlah judulnya lebih banyak lagi….Duh kalo begini terus bisa-bisa ndak beli sama sekali

Tinggalkan sebuah Komentar