Arsip untuk Maret, 2007

Mengomentari Sanggahan Abu Salma Mengenai Hukum Puasa Sabtu (2)

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Mungkin pembaca ada yang penasaran dengan tulisan Al-Ustadz Abul Baro Al-Kinani yang disinggung oleh Abu Ishaq.Silahkan untuk melihat kepada link yang telah ditunjukkan.Ini adalah sisi permasalahan fiqhiyyah yang wajar kita berbeda pendapat selama masih dalam koridor yang dibenarkan.Dan tidak dimasudkan berulas panjang saling menyanggah.Karena Al-Akh Abu Salma pun sudah tahu dan merujuknya dalam referensi tulisan beliau.Hanya saja mungkin belum diangkat oleh beliau.

Untuk mengobati rasa penasaran, saya coba bawakan satu point permasalahan yang diulas penulis dari sekian bahasan yang ada.Yakni mengenai pemahaman Abdullah bin Busr radhialahu ‘anhu terhadap hadist yang diriwayatkannya tentang larangan puasa hari sabtu.Sebenarnya sudah saya lempar di milis, akan tetapi masih dalam bahasa arab.Mudahan-mudahan yang sedikit ini bisa bermanfaat dan tertarik untuk membaca artikel utuhnya.

Sebagai pembanding, saya kutipkan tulisan Al-Ustadz Abu Salma :

Sebagai tambahan pula, bisa dikatakan bahwa salaf kita di dalam masalah ini adalah para sahabat yang meriwayatkan hadits ini. Karena tidaklah mungkin para sahabat –yang telah jelas akan keshahihan sanadnya- ketika meriwayatkan sebuah hadits, mereka tidak mengamalkan hadits tersebut. Karena apabila tidak maka ini tentu saja merupakan celaan. Para sahabat yang menjadi salaf kita dalam masalah ini adalah ‘Abdullah bin Busr, saudari beliau Shamma’ binti Busr, dan bapak keduanya Busr bin Abu Busr al-Mazini serta Abu ‘Umamah al-Bahili Shuday bin ‘Ajlan radhiyallahu ‘anhum.

Lebih kuatnya lagi, adalah sebuah riwayat berikut : Diriwayatkan oleh Nasa’i di dalam al-Kubro (55/a/12) sebagaimana di dalam Tuhfatul Asyraf (IV/294-no.5195) dari Ahmad bin Ibrahim bin Muhammad [beliau adalah Abu ‘Abdil Malik al-Qurosyi al-Busri] dari Ishaq bin Ibrahim [beliau adalah Abun Nashri al-Faradisi] dari Abu Muthi’ Mu’awiyah bin Yahya : memberitakan padaku Arthah beliau berkata : Aku mendengar Abu ‘Amir al-Alhani [beliau adalah ‘Abdullah bin Ghobir] berkata : Aku mendengar Tsauban maula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya tentang berpuasa pada hari Sabtu dan beliau menjawab : Tanyakan pada ‘Abdullah bin Busr, kemudian ‘Abdullah bin Busr ditanya tentang hal ini lalu beliau menjawab :

صيام يوم السبت لا لك ولا عليك

“Berpuasa pada hari Sabtu itu, tidak ada bagimu dan tidak wajib atasmu.”

Ucapan ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu “Laa laka wa ‘alaika” tidak bermaksud pembolehan, oleh karena itulah Imam Nasa’i meletakkan atsar mauquf ini di dalam bab : “an-Nayhu ‘an Yaumis Sabti”.

Dan lafazh “laa laka wa ‘alayka” ini serupa dengan lafazh hadits :

مَنْ صام الدهر فلا صام ولا أفطر

“Barangsiapa yang berpuasa dahr (selamanya) maka tidak (dianggap) berpuasa dan tidak pula berbuka.” Padahal telah maklum bahwa puasa dahr itu hukumnya terlarang.

Jadi, bukanlah suatu hal yang mengada-ada apabila kami mengatakan bahwa Sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Busr adalah salaf kami di dalam masalah ini. Jadi, menyatakan bahwa kami tidak punya salaf di dalam masalah ini adalah pendapat yang tidak tepat dan berangkat dari minimnya penelaahan dan pembahasan serta terlalu tergesa-gesa di dalam menghukumi sesuatu.

Argumen al-Ustadz Abu Salma ini sejatinya adalah argumen Al-Imam Albani rahimahullah :

1. Berkata Al-Imam Al-Albani rahimahullah ta’ala dalam kaset Silsilah Huda Wan Nur No. 182 :

هناك حديث موقوف على عبد الله بن بسر راوي حديث لا تصوموا يوم السبت وهو آخر صحابي مات في الشام، يقول صيام يوم السبت لا لك و لا عليك. ونحن معشر السلفيين نفهم من لا لك أي لا يشرع لك، لأن هذا مثل قوله عليه السلام من صام الدهر فلا صام و لا أفطر. فهل يجوز أن يصوم الدهر ما دام هو لا صام ولا أفطر؟ لا صام: شرعاً، و لا أفطر: واقعاً. إذاً فيم يتعب الإنسان نفسه؟ إذاً لا يشرع بشهادة راوي الحديث صيام يوم السبت
Baca entri selengkapnya »

Komentar (4)

Majelis Ilmu di Bandung dan Sekitarnya

Assalamu’alaikum Warrahmatullah.

Kami mengajak kaum muslimin untuk meramaikan majelis-majelis ilmu untuk mengenyahkan kebodohan kita dalam din, membersihkan jiwa-jiwa kita dengan menyimak ayat-ayat suci Al Quran dan nasihat dari kalam nubuwah dengan pemahaman salafulummah (generasi pendahulu) yang shalih.

1. Kajian Fiqh
Kitab: Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram
Pemateri: Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
Tempat: Masjid Nurul Iman Jl. Rereng Wulung Sukaluyu Bandung
Waktu: 16:30 wib – waktu maghrib

2. Kajian Aqidah
Pemateri: Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
Kitab: Al-Kabaair
Tempat: Masjid Al-Furqan Jl. Jurang gang masjid Al-Furqon Cipaganti Bandung
Waktu: 16:30 wib – waktu maghrib

3. Kajian akhlaq/hadits
Pemateri: Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
Kitab: Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin
Tempat: Masjid Al-Furqan Jl. Jurang gang masjid Al-Furqon Cipaganti Bandung
Waktu: 08:00 – 10:00 wib

Baca entri selengkapnya »

Komentar (11)

Mengomentari Sanggahan Abu Salma Mengenai Hukum Puasa Sabtu (1)

Admin : Berikut ini bukanlah tulisan sanggahan yang rinci terhadap tulisan Al-Akh Al-Ustadz Abu Salma yang panjang lebar mengenai hukum puasa hari sabtu di blog beliau http://abusalma.wordpress.comHanya saja ini berupa ulasan singkat yang beredar di milis salafyITB.Mudah-mudahan ada yang bisa dipetik.

Penulis :Abu Ishaq As-Sundawy

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Sejatinya, kalau kita tatabbu’ terhadap ucapannya Al-Imam Al-Albani atau argument beliau seputar hukum puasa hari sabtu -yang tidak bisa dipungkiri bahwa beliaulah yang mempopulerkan (kembali?) masalah ini pada masa kita hidup sekarang ini- maka akan kita jumpai bahwa apa yang beliau jadikan sandaran tidaklah lebih dari apa yang sudah diinvetarisir oleh Al-Akh Abul Barra’ dan juga sudah dikomentari dan dita’qib dengan cukup baik. Tentu saya pribadi juga mengharapkan ada ikhwah yang menguji hasil upaya Abul Barra’ tersebut dengan memberikan sanggahan balik. Al-Ustadz Abu Salma misalnya, falyatafadhdhal masykuuran. Mudah-mudahan beliau sudah mempersiapkan yang seperti ini.
Dan jika kita telusuri perkataan ulama lain yang sependapat dengan Al-Imam, maka akan dijumpai argument-argument lain yang lebih luas yang sebagian besarnya tidak lebih jauh dari nuansa yanshuru dari pada mendatangkan sesuatu yang baru. Wallahu a’lam.

Bagi ikhwah sekalian yang penasaran melihat uraian Al-Akh Abul Barra’ serta ta’qib beliau terhadap argument Al-Imam yang dikemas dengan cukup santun dan cantik kendati agak ngayayay, silakan dunlod di: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/attachment.php?attachmentid=18055&d=1124312692

Untuk Akhi Al-Ustadz Abu Salma, saya haturkan terima kasih seiring do’a semoga Allah membalas dengan kebaikan berlipat ganda atas jerih payah menyusun tulisan yang begitu panjang dalam rangka menjelaskan kepada khalayak akan apa yang semestinya ditetapi dalam suatu masalah yang diperselisihkan. Sungguh saya bisa merasakan betapa melelahkannya itu semua. Dan tentunya bisa kita lihat hasilnya, betapa banyak faidah bertebaran, dikemas dengan rapi, terstruktur dan menawan.
Wallahi, banyak hal yang saya peroleh, tidak hanya masalah puasa hari sabtu, tapi secara umum dan lebih luas tentang kaedah-kaedah dan prinsip ilmiyyah.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (3)

Program Bahasa Arab di Bandung

Assalamu’alaikum Warrahmatullah

Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Bimbingan Islam UDRUS membuka
program belajar bahasa Arab untuk pemula dan lanjutan dengan rincian sebagai berikut:

Program Pemula
1. Program Khabar (kajian Bahasa Arab ba’da Magrib)
Waktu : senin hingga kamis ba’da maghrib – isya
Materi : Kitab At Tashil fi Ma’rifati Lughotit Tanzil buah karya : Abu Muslih
Lama belajar : insya ALlah satu semester
Pengajar : Abu Muhammad bin Kaswan

2. Program MADRASAH (Majelis Dirosah Bahasa Arab Sabtu Ahad)
Waktu : sabtu (09.00-11.00) dan ahad (16.00-maghrib)
Materi : Kitab At Tashil fi Ma’rifati Lughotit Tanzil buah karya : Abu Muslih
Lama belajar : insya Allah satu semester
Pengajar : Abu Dawud Arriyawi

Program Lanjutan
Waktu : Jumat malam Sabtu ba’da isya – 09.00 dan Sabtu (09.00-11)
Materi : Kitab Attuhfatus Tsaniyyah (syarhu Al Ajurumiyah)
Lama belajar : insya Allah satu semester
Pengajar : Ust. Muhammad Yusuf
Biaya pendidikan : Rp 50.000, selama satu semester

Tempat belajar : Masjid Daruddakwah Jl. Plesiran
Mulai belajar senin 19 maret 2007

Tata cara pendaftaran:
Isi form pendaftaran di toko buku KAFA, jalan gelap nyawang depan MM ITB
atau sms ke IMAN (022-91693595) dengan format:

NAMA#ALAMAT#IINSTANSI#PROGRAM PILIHAN
Almitslu (contoh): ABU IBNIH# JL. GANESA 10 # UNPAD 2006 # PROGRAM LANJUTAN

Pendaftaran terakhir: Jum’at 16 Maret 2007
Bagi yang sudah mendaftar dipersilahkan mengikuti: briefing + placement test pada hari sabtu 17 Maret

Komentar (3)

Wajibkah membaca Al-Fatihah dalam sholat jahriyah?

Admin : Topik ini masih dalam ranah diskusi, tulisan ringan berikut dimaksudkan membuka diskusi lanjut dalam permasalahan ini.Penulis dalam hal ini menguatkan pendapat akan wajibnya membaca al-fatihah walaupun dalam sholat jahriyah dibelakang imam

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Sebelumnya saya buka, dengan mengingatkan bahwa para ulama berselisih pendapat salafan wa khalafan, hingga para sahabat telah berselisih dalam hal ini.Oleh karenanya mengenai membaca dibelakang imam,sungguh bijak ucapan seorang ulama “in qoro’ta falaka salaf, wa in sakatta falaka salaf” (jika engkau membaca maka anda punya pendahulu,demikian juga bila anda diam).Tentunya hal ini jika permasalahan ini tidak jelas mendudukkan dalil dan ucapan yang ada bagi kita.Adapun jika sudah jelas,maka sebagaimana ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i :Telah ijma’ kaum muslimin bahwasannya jika seseorang telah jelas baginya sunnah Rasulillah shalallah ‘alaihi wasalam tidak ada baginya untuk meninggalkan sunnah tersebut hanya karena ucapan seseorang diantara manusia.

Fabillah nasta’in

Ulama berbeda pendapat kedalam tiga pemahaman dalam masalah ini (lihat file yang dikirim Abu Ishaq yang berjudul : “Hukmu Qiroatil Fatihah Li Makmum (Mukhtashor kalam Ibn Taimiyah fi hukmil qiroah khalfal imam)“.Saya berikan tambahan seperlunya.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (20)