Antara Mushola dan Masjid

Assalamu’alaykum.
Saya mau tanya bedanya istilah mesjid dan mushola itu apa? kalo ndak salah, waktu di kajian ustadz abu haidar, ana pernah denger bahwa yang wajib itu sholat jamaah di mesjid jami, yakni yang didirikan sholat jumat di dalamnya. lalu bagaimana kalo mesjid jami di daerah ana tu jauh pisan, 45 menitan kalo jalan kaki dari rumah. Sedangkan yang di dekat rumah ada mushola.Trus gini, ana baru pindah ke sebuah komplek perumahan. disitu ada mushola. tapi mushola itu selama ini gak aktif mengadakan sholat berjamaah. sejak pindah, ana coba mengazani di waktu2 sholat yang ana bisa, tapi gak ada pengunjungnya. ana sempet mikir apa mendingan di rumah aja bjamaah dgn istri.

mohon pencerahannya.

– mehdi -

From: Abu Umair
Sent: Wednesday, December 20, 2006 10:19 AM
Subject: Re: [Salafy-ITB] mohon pencerahan: mushola dan masjid

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Mas Mehdi,

Pertama,
Yang disampaikan oleh guru kita Al-Ustadz Abu Haidar itu benar, wajibnya adalah di mesjid bukan di musholla.
Mengenai jarak yang jauh dari mesjid bahkan ditempuh sampai 45 menitan, maka jika kita sanggup pergi,disana pahala besar menanti insyaAllah ta’ala

فعن أبي موسى قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : (أعظم الناس أجرا في الصلاة أبعدهم فأبعدهم ممشى) . رواه البخاري ( 623 ) ومسلم ( 622)

Dari Abu Musa berkata, berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam:Yang paling besar pahala dalam sholat adalah mereka yang datang dari tempat yang paling jauh (HR.Bukhori No.623 & Muslim No.622)

Kedua,
Sholat berjamaah itu diwajibkan bagi mereka yang dekat dari masjid, bukan bagi yang memang jauh darinya.As-Sunnah menjelaskan kriteria orang yang dekat masjid itu adalah bagi yang dapat mendengar adzan dari seorang muadzin yang meninggikan suaranya tanpa pengeras suara, tanpa ada gangguan angin atau lainnya yang bisa mempengaruhi pendengaran.

Dalilnya :

روى مسلم (653) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّه ِ، إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ ، فَرَخَّصَ لَهُ ، فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ ، فَقَالَ : هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاةِ ؟ قَالَ : نَعَمْ . قَالَ : فَأَجِبْ .

Datang seorang buta kepada Nabi shalallah ‘alaihi wasalam,kemudian berkata :”Ya Rasulullah,saya ini tidak punya penuntun jalan untuk ke masjid” Dan meminta keringanan kepada Rasulullah shalallah ‘alaihi wasalam untuk sholat dirumahnya.Maka kemudian Rasulullah beri keringanan.Tatkala hendak pergi,Rasulullah memanggilnya seraya berkata:”Apakah kamu mendengar suara adzan?” Orang buta tadi menjawab :”Iya”.Raul mengatakan :”Penuhilah (panggilan adzan)!” (HR Muslim No.653)

روى ابن ماجه (793) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلاةَ لَهُ إِلا مِنْ عُذْرٍ ) . صححه الألباني في صحيح الجامع (637) .

“Barangsiapa yang mendengar panggilan (adzan) kemudian tidak mendatanginya maka tidak ada sholat baginya kecuali ada udzur”

Al-Imam An-Nawawi berkata dalam Al-Majmu’ (4/353):”Yang dimaksud dengan mendengar panggilan adzan adalah jika seorang muadzzin berdiri di tepi negeri (thorof al-balad) dan suara-suara lain hening serta angin yang tenang.Maka jika orang dapat mendengar dalam keadaan tersebut ,maka wajib atasnya (melaksanakan perintah berjamaah di mesjid),jika tidak maka tidak wajib.”

Dikuatkan oleh Al-Imam Ibnu Utsaimin dalam Asilah al-Bab Al-Maftuh No.700 :
( المسافة ليس فيها تحديد شرعي ، وإنما يحدد ذلك العرف أو سماع النداء على تقدير أنه بغير ( الميكرفون
(Jarak itu tidak ada batasan syar’iy, hanyasaja yang jadi batasan adalah al-urf atau mampu mendengar adzan dimana adzan dapat didengar tanpa mikrofon (pengeras suara)

Al-Imam Ibnu Baz rahimahullah mengatakan dalam Majmu ‘Fatawa Syaikh Bin Baz (12/58) mengatakan :
الواجب على من سمع النداء بالصوت المعتاد من غير مكبّر أن يجيب إلى الصلاة في الجماعة في المسجد الذي ينادى بها فيه . . . أما من كان بعيداً عن المسجد لا يسمع النداء إلا بالمكبّر فإنه لا يلزمه الحضور إلى المسجد وله أن يصلي ومن معه في جماعة مستقلة . . . فإن تجشموا المشقة وحضروا مع الجماعة في المساجد التي لا يسمعون منها النداء إلا بالمكبر بسبب بعدهم عنها كان ذلك أعظم لأجرهم اهـ .

(Orang yang dapat mendengar adzan dalam suara biasa tanpa mikrofon wajib untuk menjawab dan mendatangi sholat jamaah di mesjid dimana adzan itu berasal..
Tetapi bagi yang jauh dari mesjid dan tidak bisa mendengar adzan kecuali dengan mikrofon tidak harus kemesjid.Orang yang seperti ini boleh sholat dalam jamaah lain (tidak di mesjid).Tapi jika dia mampu menahan rasa berat dengan tetap menghadiri sholat jamaah di mesjid tadi (yang sebenarnya dia tidak mendengar adzan kecuali dengan mikrofon karena jauhnya),maka akan membawa pahala yang besar.)

Jadi, tidak tergantung (didasari) jarak tertentu,tetapi dengan mendengar atau tidaknya suara adzan.Makanya pernah Lajnah Daimah Saudi ditanya :”Jika saya dapat mendengar suara adzan dari jarak sekitar 800 meter,apakah saya sholat ditempat saya atau pergi ke mesjid?
Dijawab Lajnah Daimah:”Wajib atasmu sholat di berjamaah dimesjid tadi atau di mesjid lain yang paling mudah sesuai kemampuan……..”

Ketiga,
Mengenai perbedaan lain dari mesjid dan musholla, dikatakan oleh ahli ilmu bahwa mesjid itu bersifat tetap hingga hari kiamat (waqf ila yaum as-sa’ah) sedangkan musholla bisa saja berubah dengan dijual,dibeli dan lain sebagianya.Dan juga dimesjid disyariatkan sholat dua rakaat tahiyatul masjid yang tidak pada tempat selain mesjid.Maka apabila tinggal dekat mesjid wajib sholat berjaaah disana,dan tatkala keberadaannya jauh dan tidak mendengar adzannya maka tidak mengapa sholat di musholla (Fatwa Syaikh Sholeh Al-Munajjid)

About these ads

12 Komentar »

  1. Abu Al-Jauzaa' said

    Mo nanya tentang perbedaan Masjid dan Mushalla.

    Dari mana kutipan antum (akh Abu Umair) tentang pendefinisian Mushalla dan Masjid sebagaimana di atas. Setahu ana, pendefinisian yang ada dalam kitab Fiqh biasanya masjid dan masjid Jami’. Adapun mushalla dipakai dalam bahasa Fiqh (sebagaimana tertera dalam beberapa hadits) ditujukan untuk tanah lapang.
    Apakah memang lafadh itu ada dalam matan Fataawaa Syaikh Al-Munajjid atau bagaimana ?

    Syukran

  2. Abu Umair said

    Apa yang antum sebutkan itu benar, bahwa ada istilah musholla dalam beberapa hadist mengenai sholat iedain.Yakni yang dimaksud adalah tanah lapang.Dalam tulisan ini kita sedang membicarakan musholla dalam artian yang dipahami secara luas sebagai tempat sholat (prayer room) baik di kantor,tempat kerja,rumah,terminal dsb.Istilah ini pun dipahami demikian juga dalam bahasa arab.Maksud inipulalah yang ditanyakan oleh penanya.Ada beberapa fatwa tentang hal ini.Diantaranya yang diuraikan Syaikh Sholeh Al-Munajjid pun menggunakan istilah atau lafadz “musholla”.Dalam rubrik fatwa di islamweb Dr.Abdullah Al-Faqih juga pernah ditanya tentang hukum sholat di mushola kantor (dengan mengunakan istilah arab ” مصلى العمل”).Allahu a’lam.

  3. Abu Al-Jauzaa' said

    Syukran atas penjelasannya…..
    Tapi berinjak dari kaidah Al-‘Aadah muhakkamah, definisi Mushalla yang ada di tanah air kita tercinta ini – sepengetahuan ana – tidak hanya terbingkai dalam masjid kantor atau yang lainnya sebagaimana penjelasan antum. Akan tetapi Mushalla dalam pengertian masyarakat kita lebih condong kepada arti : Masjid Kecil atau Masjid non Jami’ (tidak digunakan sebagai shalat Jum’at). Dan kenyataan yang ada di masyarakat bahwa Mushalla-Mushalla tersebut juga berstatus waqaf sehingga mempunyai konsekuensi tidak boleh diperjual-belikan.

    Hadis riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Barangsiapa mendirikan mesjid karena Allah, meski cuma memberikan benda sebesar burung merpati, maka baginya Allah akan mendirikan rumah di surga” (shahih)

    Jika pengertian Mushalla di masyarakat adalah seperti di atas, tentunya sebagian hukum yang terkait dengan masjid bisa diqiyaskan pada Mushalla. Allaahu a’lam.

    Akan tetapi jika Mushalla diartikan sebagai tempat shalat yang biasanya ada di sudut kantor atau rumah, maka jawaban antum adalah tepat.

    ‘Alaa kulli haal, jawaban yang antum berikan sangat bermanfaat dan sarat ilmu akhi.

  4. Hafi said

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    ustadz, ana ingin bertanya sehubungan dengan sholat Jum’at yang dilakukan di perkantoran. Tidak sedikit perkantoran yang mengadakan sholat jum’at di lantai parkir. Sedangkan setelah sholat Jum’at dipergunakan kembali sebagai lahan parkir. Begitupun ada perkantoran yang mengadakan sholat di ruang serba guna yang setelah sholat jum’at digunakan kembali untuk berbagai keperluan (spt rapat, seminar bahkan bisa jadi digunakan juga untuk acara umat non muslim). Bagaimana sebenarnya tuntunan syar’i dalam hal ini ?
    Jazakallah bila ustadz berkenan menjawabnya
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  5. Abu Umair As-Sundawy said

    Saya coba bantu jawab, mudah-mudahan tidak puas sehingga bisa ditanyakan kepada Ustadz,

    Pertama, saya belum pernah baca bahwa diantara syarat sah sholat jumat harus dilakukan dimasjid.Tidak boleh di selainnya.Silahkan datangkan dalil bagi yang mengatakan tidak sah!

    Kedua,
    Lajnah Daimah No.1794 pernah ditanya hal agak mirip,tetapi mungkin keadaannya beda, dijawab begini :
    ذا كان في المدينة التي تسكنون مسجد تقام فيه صلاة الجمعة ، وجب عليكم الصلاة معهم ، ولا يجوز لكم إحداث جمعة أخرى ، أما إذا لم تكن المدينة تقام بها صلاة الجمعة فالواجب عليكم إقامتها ولا يجوز لكم أن تصلوا مكانها صلاة الظهر لأن ( إقامة الجمعة واجبة على المسلمين في قراهم يوم الجمعة ، ويشترط في صحتها الجماعة . ولم يثبت دليل شرعي على اشتراط عدد معين في صحتها ، فيكفي لصحتها إقامتها بثلاثة فأكثر ، ولا يجوز لمن وجبت عليه أن يصلي مكانها ظهرا من أجل نقص العدد عن أربعين ، على الصحيح من أقوال العلماء).

    Apabila dikota yang engkau tinggal disana,ada masjid yang mengumandangkan panggilan sholat jumat, maka wajib sholat bersama mereka,tidak boleh mendirikan sholat jumat yang lain.Kecuali apabila tidak ada masjid disana,maka lakukanlah ditempat tersebut…dst

    Ketiga,Ada keutamaan-keutamaan yang tidak kita dapatkan kecuali sholat di masjid

    Keempat,
    Mungkin perlu juga dirinci keadaanya.Apakah di kantor/pabrik/perusahaan jauh dari masjid atau tidak.Sedang musafir kah dia atau tidak.Bisa tidaknya ditinggalkan pekerjaan tersebut,Diizinkan atau tidak,Dsb.Disana banyak fatawa ulama mengenai ini.Ada keadaan yang membolehkan untuk tidak jumat digsnti dzuhur,Ada yang boleh mengerjakannya ditempat kerja,dsb.

    Kesimpulannya, boleh saja jika disana ada sebab tertentu yang mengharuskannya demikian tidak bisa tidak.

    Allahu a’lam.
    Silahkan koreksi

  6. Abu Al-Jauzaa' said

    Abu ‘Umair berkata :

    “Keempat,
    Mungkin perlu juga dirinci keadaanya.Apakah di kantor/pabrik/perusahaan jauh dari masjid atau tidak.Sedang musafir kah dia atau tidak.Bisa tidaknya ditinggalkan pekerjaan tersebut,Diizinkan atau tidak,Dsb.Disana banyak fatawa ulama mengenai ini.Ada keadaan yang membolehkan untuk tidak jumat digsnti dzuhur,Ada yang boleh mengerjakannya ditempat kerja,dsb.”

    Abu Al-Jauzaa’ bertanya : Khusus untuk perkataan : “Diijinkan atau Tidak”; apakah ada fatwa mengenai hal ini akhi ? Mafhum kalimat yang antum tulis seakan ingin mengatakan bahwa jika ada satu perusahaan atau kantor “tidak menginjinkan” maka termasuk udzur syar’i dimana shalat Jum’at boleh diganti dengan shalat Dhuhur. Apakah demikian ? Lalu bagaimana dengan alternatif mencari pekerjaan lain yang tidak ada larangan tersebut ? Syukran atas penjelasannya……..

  7. Abu Umair As-Sundawy said

    Ahsantum Ya Akhy,

    Tentunya bukan udzur syar’iy, apalagi misalnya hanya karena susah meninggalkan pekerjaan yang bergaji tinggi,atau keuntungan pribadi lainnya.Maksud saya tadinya,tidak diizinkan disini karena memang pekerjaannya tidak mungkin ditinggalkan yang tentunya atasan kita tidak akan memberi izin.Ini koreksi,syukran atas koreksinya

    Selain itu ditinjau pula dari beberapa sisi:
    Pertama, Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam maksiat kepada al-kholiq.

    Kedua
    Jalan nasehat tentunya selayaknya dilakoni terlebih dahulu, yakni nasehat kepada bos atau manajemen perusahaan

    Ketiga
    Mencari pekerjaan lain bisa saja menjadi solusi,”man taroka syaian lillah ‘awwadhohullah khoirun minha”(siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan gantikan dengan yang lebih baik)

    Keempat
    Coba kita perhatikan bagaiamana Syaikh Utsaimin rahimahullah ketika ditanya persoalan ini.Betapa hikmahnya beliau dalam jawabannya,dengan tidak langsung menjawab, tinggalkan pekerjaan tersebut atau yg semisal

    Syaikh ditanya mengenai beberapa pekerja (penjaga lahan perkebunan/pertanian) yang tidak diberi ijin majikan dengan alasan karena tetap harus dijaga lahannya.

    Syaikh menjawab kurang lebih:

    إذا كان هؤلاء العمال بعيدين عن المسجد بحيث لا يسمعون النداء لولا مكبر الصوت ، وهم خارج البلد فإن الجمعة لا تلزمهم ، ويطمئن العمال بأنه لا إثم عليهم في البقاء في المزرعة ، ويصلون ظهرا ، ويشار على كفيلهم أن يأذن لهم لأن ذلك خيرٌ له وخيرٌ لهم ، وتطييبا لقلوبهم وربما يكون ذلك سببا في نصحهم إذا قاموا بالعمل ، بخلاف ما إذا ضغط عليهم ، وكثير من العمال يطلبون صلاة الجمعة من أجل أن يلتقوا بأصحابهم ومعارفهم ، ولهذا تجدهم يأتون إلى الجمعة ويتحدثون في السوق يتحدثون إلى أن يحضر الإمام ، فإذا حضر الإمام دخلوا المس

    Jika para pekerja tersebut jauh dari mesjid,dimana mereka tidak dapat mendengar adzan tanpa speaker,dan juga posisi mereka diluar kota,maka tidak wajib baginya sholat jumat.Tidak ada dosa jika mereka tetap di tempat kerjanya dan sholat dzuhur.Tetapi kami nasehatkan agar para pengusaha memberikan izin, karena ini baik bagi dia dan bagi mereka.Juga hadirnya mereka sholat jumat akan melembutkan/menenangkan hati mereka,sehingga para pekerja bisa lebih baik dalam berkerja,berbeda jika para pekerja diberi tekanan.Beberapa pekerja ada juga yang meminta izin sholat tapi agar bisa berjumpa sahabat dan teman,berbincang di tempat belanja hingga imam datang.Tatkala demikian baru mereka masuk mesjid.

    Kalau kita lihat jawaban Syaikh, maka mafhumnya jika masjid nya mudah dijangkau dan bukan keadaan safar, tetap harus menghadiri jumat.Allahu a’lam.

    Kelima
    Kita lihat lagi semisal fatwa berikut, Lajnah Daimah ditanya mengenai seorang pemuda yang bekerja sebagai penjaga, dan bos nya tidak mengijinkan dia untuk sholat di masjid.Dia diancam jika dia sholat di masjid akan dipulangkan ke negerinya.

    Lajnah Daimah (7/302) menjawab :

    الصلوات الخمس يجب أداؤها في المسجد جماعة، فعليك أن تؤديها جماعة في المسجد، وأن تصبر وتحتسب في ذلك، وسيجعل الله بعد عسر يسرا ( ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا ) واعلم أنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق، فكن مع الله يكن الله مع

    Sholat lima waktu haruslah dilakukan berjamah di masjid,jadi anda harus menghadirinya.Anda harus sabar dan mengharap pahala atas ujian ini.Mudah-mudahan dengan sabar dan ihtisab maka Allah akan mudahkan kesulitan ini.”Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (At-Thalaq 2-3)

    Dan perlu dicamkan, bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah.Maka “Kun ma’alallah yakunillah ma’aka” Allahu a’lam

    Keenam
    Ada beberapa fatwa Lajnah lain tentang jenis pekerjaan tertentu yang sulit ditinggalkan,seperti dokter yang sedang mengobati,petugas telekomunikasi dsb.Yang ulama menjawab boleh untuk tidak sholat jumat.Tidak dijawab, tinggalkanlah pekerjaan tersebut atau yg semisal.Allahu a’lam

    Fajazaakumullah khoiro ya Aba Al-Jauzaa

  8. Hafi said

    jazakallah jawabannya ustadz

    pertanyaan lanjutan : Apakah dapat dibenarkan bila sholat Jum’at dilakukan pada waktu yang berlainan (bergelombang) untuk memfasilitasi jama’ah (spt pekerja pabrik yang mesinnya jalan 24 jam). Jadi sholat Jum’at 1 dilakukan seperti biasanya , sholat Jum’at 2 dilakukan beberapa saat setelah sholat Jum’at 1. Jadi pemikirannya : pekerja dapat sholat Jum’at , pabrik jalan terus.

  9. BAGINDA said

    bagaimana hukumnya mendirilan musholah untuk mendirikan shalat tarawih/wajib selama bulan puasa saja selain di masjid/musholah yang sudah ada,perlu di ketahui di kampung kami tidak memiliki masjid/musholah untuk mendirikan shalat,kami hanya memakai masjid/mushola tetangga kampung yang jarak nya tidak terlalu jauh sekitar 100 M.saya mohon jawabanya di sertai dalil-dalil karena jemaah kampung kami sampai berpecah belah.sukron

  10. pujoko said

    assalamualaikum……
    kami ingin bertanya ya akhi……
    di kampung kami ada dua bangunan ….yang pertama terletak ditempat yang lebih dekat dengan rumah kami (20m) dan waqafnya lebih dulu di banding dengan yang satunya…..sedangkan yang satu lebih jauh dari tempat kami (100m) merupakan tempat yang biasa untuk shalat jum’at meskipun sejak belum diwaqafkan….hanya sekarang kedua-duanya sudah berstatus waqaf dan kedua-duanya masih satu kampung (RW),

    lalu pertanyaan kami ya akhi….
    1. sejauh mana kedua bangunan itu dikatakan sebagai masjid

    sebab ada yang mengatakan bahwa yang biasa untuk shalat jum’at yang bisa disebut masjid sedang yang tidak dipakai untuk shalat jum’at tidak bisa disebut masjid, malainkan mushala.

    ada lagi yang mengatakan bahwa masjid atau mushala tergantung akad dari waqafnya

    ada lagi yang mengatakan istilah masjid ataupun mushala dilihat dari tulisan plangnya

    2. adakah perbedaaan kemuliaan shalat di antara keduanya…misalnya saya shalat di tempat yang tidak biasa untuk shalat jum’at itu kemuliaannya kurang di banding dengan di masjid yang satu yang biasa untuk jum’atan

    benarkah pendapat saya bahwa ketika kami belum menemukan dalil tentang perbedaaan kemulian shalat yang mana diantara keduannya tersebut kemudian kami mengambil sebuah kesimpulan bahwa salat di tempat kami yang biasanya sama kemuliaannya dibanding dengan shalat ditempat yang biasa untuk shalat jum’at….dengan alasan memakmurkan (yang saya pandang masjid) di dekat rumah sendiri

    mohon jawaban
    jazakillah khair

  11. suliwa said

    hebat…………

  12. Hamba Allah said

    Assalamu’alaikum…..

    mas, saya melaksanakan shalat berjama’ah,
    tp sering d mushola samping rmh….
    disitu jg slalu dlaksanakan sholat berjama’ah kcuali sholat jum’at, karena jumlah makmumnya tidak memenuhi syarat……
    menurut anda bagaimana?
    apakah lebih bejalan atau ke masjid saja?

    syukran katsiir….

    Wassalamu’alaikum….

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: