Serial Transkrip Syaikh Albani : Lemah Lembut Dalam Dakwah

Penanya: Wahai Syaikh, ini ada pertanyaan tentang dakwah. Sikap lemah lembut, ramah dan halus adalah termasuk sunah yang benar dari Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam –

Syaikh: Begitulah.

Penanya : Apakah dalam dakwah wajib ada sikap lemah lembut dan harus dilaksanakan, ataukah hal itu mustahab (hukumnya -pent)?

Syaikh: Hal itu hukumnya wajib.

Penanya: Baiklah, pertanyaan tadi ada maksudnya, ada tujuannya.

Syaikh: Di balik bukit pasti ada sesuatu, baiklah.

Penanya: Salafiyun dengan beragamnya mereka terkenal dengan sikap keras dan kurang lembut dalam berdakwah, ini mungkin benar. Jika Anda memandang hal ini benar – dan inilah pandangan saya – apa komentar Anda atas hal yang semacam ini?

Selanjutnya percakapan ini dapat disimah di website kami www.direktori-islam.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinjauan Hadiah Secara Syariat

Menurut para ulama hadiah hukumnya mustahab (sunnah, disukai) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam al-Mughni (8/239). Dan hukum mustahab ini ditunjukkan oleh sabda beliau – shollallohu ‘alaihi wa sallam –

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian saling mencintai.”

Maka hadiah akan mendatangkan dan menumbuhkan rasa cinta dan kebahagiaan antara orang yang saling memberi hadiah. Al-Qurthubi berkata (13/132), “Hadiah disukai untuk dilakukan. Karena hadiah termasuk perkara yang bisa membuahkan kecintaan dan menghilangkan permusuhan.” Beliau berkata, “Dan di antara keutamaan hadiah dengan disertai ittiba’ (peneladanan) kepada sunnah, bahwa hadiah akan menghilangkan dendam dalam jiwa, dan akan membuahkan bagi orang yang memberi hadiah dan diberi hadiah rasa rindu untuk berjumpa dan duduk bersama pada diri.”
Selengkapnya di website kami Direktori Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Kedustaan Penamaan Daulah Ubaidiyah Dengan Daulah Fathimiyah

Telah keluar dari al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta penjelasan yang sangat penting bahwa persatuan umat akan terwujud dengan berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah. Berikut ini penjelasan tersebut.

Segala puji hanya milik Allah semata, sholawat dan salam tetap tercurah kepada Rasul yang tidak ada Nabi lagi setelahnya. Wa ba’du…selengkapnya di www.direktori-islam.com

Komentar (3)

Memindahkan Jenazah Ke Daerah lain

Peristiwa membawa mayat untuk dikubur di daerah lain tidak hanya terjadi pada zaman sekarang ini, akan tetapi sudah ada pada zaman-zaman sebelumnya. Hanya saja pada zaman sekarang telah menggunakan alat-alat modern sehingga lebih mudah untuk melakukannya. Lantas, bolehkah perbuatan semacam ini ?
Kelanjutan dapat dilihat di www.direktori-islam.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Hubungan Antara Berbaik Sangka dan Persatuan Muslimin

Lalu kenapa kita menamai sebagian kita dengan nama-nama yang kita benci, dan kita tidak memanggilnya dengan nama yang dia ridhai. Benar, nama dibuat sebagai pengenal. Akan tetapi nama adalah yang dipilih oleh pemiliknya bukan yang dipilih oleh lawan atau musuhnya. Maka orang yang berkehendak untuk menamai dirinya dengan “as-Sunnah wal Jama’ah” atau dengan “Islam” atau dengan “Iman” mengapa kita malah menzhaliminya dengan menamainya dengan nama-nama yang dia benci. Bukankah ini termasuk panggilan dengan gelaran yang mengandung ejekan? Atau, adakah yang memberi hak kepada kita untuk menamai manusia?

Selengkapnya di website kami www.direktori-islam.com

Tinggalkan sebuah Komentar

Nasehat Syaikh Utsaimin Bagi Dai di AlJazair dan Selainnya

Sungguh sangat menggembirakan Syaikh Muhammad bin Sholeh bin Utsaimin dari Unaizah al Qosim kerajaan Saudi Arabia dapat berbincang dengan sejumlah saudara-saudaranya di AlJazair. Hari sabtu, 23 Shofar 1421 H. kami berterima kasih kepada Anda yang telah menghubungi kami. Kita berharap kepada Allah semoga hal ini dapat bermanfaat bagi semua orang.
Selengkapnya disitus kami www.direktori-islam.com

Komentar (1)

Jangan Sampai Puasa Syawal Anda Hanya 5,5 hari atau 5,75 Hari

Berdasar hal tersebut,jika seseorang sejak terbit fajar belum makan apa-apa kemudian ditengah harinya dia berniat puasa syawal.Kemudia besoknya dia berpuasa lima hari sisanya (tapi dengan niat sebelum fajar,pent) maka secara keseluruhan dia baru berpuasa lima setengah hari (5,5 hari).Jika dia berniat (dihari pertama tersebut ) setelah lewat seperempat siang maka puasanya terhitung lima tiga perempat (5 3/4) hari.Karena amal itu dicatat dengan niatnya.Selengkapnya di website kami Direktori Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Panduan Hukum Seputar Keguguran Kandungan

Sebuah ulasan yang penting diketahui oleh setiap wanita baik pasutri muda maupun yang hendak menikah ,karena masalah keguguran kandungan sangat sering terjadi.Silahkan menyimaknya tulisan ringkas yang disuguhkan di website kami http://www.direktori-islam.com/2009/09/panduan-hukum-seputar-keguguran-kandungan/

Tinggalkan sebuah Komentar

Syaikh Utsaimin dan Hajat Manusia

Salah seorang Ustadz dari fakultas Aqidah bercerita kepadaku bahwa pada suatu malam mereka pulang dari salah satu pertemuan. Dalam perjalanan itu mereka mendapati seseorang yang mobilnya rusak. Maka Syaikhpun berkata kepada sang sopir,” Berhenti, mari kita lihat barangkali ia membutuhkan bantuan !” maka berhentilah rombongan itu. Setelah dihampiri, benarlah bahwa orang itu butuh orang yang dapat memperbaiki mobilnya. Merekapun akhirnya semua turun untuk membantu menghidupkan mesin mobil orang tersebut.

Selengkapnya dapat disimak bagian terakhir dari tulisan berseri pada website kami Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.Terakhir

Tinggalkan sebuah Komentar

Muamalah Syaikh Utsaimin Kepada Kucingnya….

Aku akan ceritakan kisah beliau dalam hal ini. Syaikh senantiasa mengumpulkan semua sisa-sisa makanannya baik sarapan, makan siang atau selainnya. Tatkala beliau hendak keluar untuk melaksanakan sholat shubuh, beliau membawa sisa-sisa makanan itu. Beliau memberikannya kepada kucing-kucing yang telah biasa berkumpul di depan pintu rumah beliau pada jam-jam itu. Apabila beliau lupa ataupun tidak mendapatkan sisa makanan seperti biasanya, maka beliau akan keluar dari pintu yang lain sehingga tidak membuat kucing-kucing itu merasa kehilangan makanan yang biasa mereka dapatkan. Hal ini diceritakan kepada kami oleh putra beliau, Abdurrahman

Selengkapnya kisah bagaimana muamalah Syaikh Utsaimin di rumahnya dapat disimak diwebsite kami dalam tulisan berseri Syaikh Utsaimin Yang Kukenal Bag.5

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »